masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Gowa - Selama kurang lebih 2 bulan sebahagian besar masyarakat Borong Bilalang Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa berseteru dengan Kepala Lingkungannya sendiri.
Menurut beberapa tokoh masyarakat setempat yakni B dan MS pada beberapa waktu lalu mengatakan, permasalahan ini berawal dari adanya prilaku arogan tidak mau menerima saran dan bertindak bukan sebagai pelayan masyarakat melainkan sebagai penguasa terlebih naiknya sebagai kepala lingkungan ini bukan karena dipilih oleh masyarakat tetapi ditunjuk secara langsung oleh Lurah Kalebajeng.
Selama kurang lebih 10 tahun dia menjabat sebagai kepala lingkungan tidak terlihat adanya perubahan yang berarti dilingkungan Borong Bilalang sehingga membuat sebahagian besar masyarakat melayangkan surat kepada Lurah Kalebajeng sebagai atasannya langsung untuk dapat diberhentikan dari tugasnya sebagai kepala lingkungan.
Namun penerimaan Lurah Kalebajeng terhadap keinginan sebahagian besar warga Borong Bilalang cenderung berbelit-belit. Dengan kejadian itu masyarakat yang tidak puas kembali berupaya menemui dan mengadukan permasalahan ini ke Camat Bajeng dengan difasilitasi oleh salah seorang Anggota DPRD Kabupaten Gowa.
Warga Borong Bilalang akhirnya dapat bertemu dengan Camat Bajeng sebagai atasan langsung dari Lurah Kalebajeng dan mengadukan semua permasalahan yang terjadi dilingkungan Borong Bilalang.
Adapun beberapa permasalahan yang disampaikan warga Borong Bilalang sebagai berikut:
1. Sejak penunjukannya sebagai kepala lingkungan sudah cacat administrasi karena yang bersangkutan sebagai anggota TNI aktif dan tidak dapat menunjukkan surat ijin tertulis dari komandan kesatuannya.
2. Selama menjabat sebagai kepala lingkungan terkesan adanya pilih kasih dalam semua hal yang menyangkut kepentingan warganya.
3. Istri kepala lingkungan sebagai ketua posyandu selama ini selalu menerima honorarium padahal yang bersangkutan tidak pernah aktif di posyandu.
Atas semua permasalah tersebut Camat Bajeng meminta waktu selama 1-3 bulan untuk mempelajari dan membuat keputusan yang seadil-adilnya untuk warga Borong Bilalang.* (Alaidi)



