masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Denpasar -7Wakapolda Bali, Brigjen. Pol. Drs. I Wayan Sunarta didampingi Dir Intelkam Polda Bali, Kombes. Pol. Drs. Wahyu Suyitno., Dir Pamobvit Polda Bali, Kombes. Pol. Drs. Didi Hardi Sopandi., Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Bali, AKBP. I Gusti Ayu Yuli Ratna saat menerima rombongan RSO Embassy of The United States of America di Ruang Tamu Pimpinan Polda Bali pada Sabtu (25/1).
Mr. Christopher K. Gu sebagai RSO (Regional Security Officer) beserta staff Kedutaan Besar Amerika disambut hangat Wakapolda Bali, Brigjen. Pol. Drs. I Wayan Sunarta selain dalam rangka perkenalan diri sebagai RSO yang baru, audiensi ini bertujuan untuk menjalin hubungan baik dengan jajaran Kepolisian khususnya Polda Bali.
Mr. Christopher K. Gu menyampaikan bahwa Kedutaan Besar Amerika mempunyai kantor pusat di Jakarta dan juga mempunyai kantor di Bali karena banyak turis Amerika yang datang ke Bali. "Dengan bertambahnya turis Amerika di Bali, selanjutnya akan diberikan pengetahuan tentang terorisme di Bali, dan bapak Kapolda Bali juga telah memberikan masukannya tentang hal tersebut," imbuhnya.
RSO Mr. Christopher K. Gu mengatakan bahwa Kedutaan Besar Amerika ingin selalu meningkatkan hubungan baik dengan Polda Bali, ingin memberikan program latihan yang dibutuhkan oleh Polda Bali, karena Bali merupakan aset dunia yang paling diminati. Dan sampai saat ini telah dilaksanakan progam pelatihan untuk Ditpamobvit di Jakarta dalam rangka pengamanan objek vital dan mungkin bisa dikembangkan dengan pelatihan Ditpamobvit di Polda Bali, melihat di Bali sering diadakan event - event besar dunia, yang mana diharapkan pelatihan ini untuk memberikan pemahaman dan deteksi dini pengamanan objek vital.
Wakapolda Bali, Brigjen. Pol. Drs. I Wayan Sunarta menyampaikan bahwa sangat setuju untuk pemberian materi kepada anggota Polda Bali, mengingat Bali menjadi destinasi wisata favorite baik domestik maupun Internasional.
Dalam audiensi tersebut Wakapolda juga menyampaikan bahwa di Bali, Kapolda Bali telah mendirikan Museum Penanggulangan Terorisme yang dibuka untuk umum. Banyak siswa maupun siswi yang bergantian datang ke museum setiap minggunya.
“Di museum kita dapat mengetahui bagaimana Kepolisian Bali dapat mengungkap kasus, memberikan penanggulangan dan menambah edukasi tentang terorisme," imbuhnya.
Terkait dengan pengamanan Bali, Jenderal Bintang Satu ini menambahkan bahwa Polda Bali telah membangun Command Center yang dapat monitor seluruh keadaan di Bali, serta Polda Bali telah membuat aplikasi yang bernama Salak Bali yaitu bentuk pelayanan tercepat terkait dengan gangguan kamtibmas dan akan ada operator/anggota Polri terdekat yang akan menerima laporan dan langsung menuju ke lokasi. (Iskandar/Udiana)


