masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Langkat - Karyawan PT Perkebunan Langkat Nusatara Kepong (LNK Kepong) Kebun Bekiun Jalan Kuala, Bukit Lawang Desa Perkebunan Bekiun mengaku kecewa, pasalnya potongan gaji karyawan tak sesuai dengan Ampra dan pinjaman.
Didit, perwakilan karyawan yang gajinya di potong kepada awak media Tribuananews.com mengaku sangat kecewa.
"Ya pasalnya kami kan gajiannya satu bulan sekali jadi setiap sebelum gajian kami kan sudah hitung - hitung untuk kemana dan bayar kemana," tutur dengan nada kecewa, Jumat (17/1/2020).
Hal senada juga disampaikan Eko, seorang karyawan di perusahaan tersebut. Menurut dia ada 140 orang lebih yang gajinya dipotong tak sesuai potongan biasa.
"Ada yang lebih 400 ribu, ada yang 700 ribu bahkan ada yang mencapai 1 juta rupiah lebih potongannya," ucap Eko yang kecewa atas potongan bulan ini.
Dengan adanya potongan yang di dapat melalui rekening ATM BRI yang tak sesuai, karyawan pun sempat mempertanyakan kepada pihak asisten masing - masing Afdeling dan tercatat sudah ada 140 orang karyawan yang megadukan kekecewaan ini karena gajinya dipotong tak sesuai melalui ATM BRI unit Salapian.
Begil salah satu Krani LNK Perkebunan Bekiun saat di konfirmasi awak media ini lewat telpon mengatakan pemotongan gaji karyawan salah di sistem BRI.
Pihak perkebunan sudah mensurati pihak BRI Cabang Stabat karena gaji Karyawan LNK Perkebunan Bekiun di kirim oleh HO Kantor besar Tanjung Morawa ke Cabang BRI Stabat baru di salurkan ke Unit Bank BRI yang di Salapian dan Begil juga mengatakan pihak Bank BRI Cabang Stabat sudah mengakui kesalahan tersebut dan BRI akan menganti gaji karyawan LNK Perkebunan Bekiun yang salah di gajian bulan Januari ini .
Sementara dari pihak BRI Cabang Stabat sendiri saat di konfirmasi terkait keterangan Begil ini mengatakan, "Kami tidak ada kerjasama peminjaman dengan pihak LNK Perkebunan Bekiun yang beralamat di Desa Perkebunan Bekiun Kecamatan Kuala yang ada tuh LNK PKS Besilam dan LNK PKS Perkebunan Gohor," ucap Gea bagian ATK BRI Cabang Stabat, Jumat ( 17/1/20 ) siang pukul 11.30 Wib.
Hingga berita ini diturunkan belum ada informasi yang jelas siapa yang harus bertangjawab atas kerugian yang menimpah 140 orang lebih karyawan LNK Perkebunan Bekiun, Karena penjelasan Krani LNK Perkebunan Bekiun seakan tidak sesuai dengan penjelasan Pihak BRI Cabang Stabat.* (Yanto/ Raiyan)


