masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Badung -Momen yang paling mengharukan dalam suatu upacara kematian, ketika jenazah diturunkan ke dalam lubang kubur, seolah kenangan fisik terakhir orang yang dikasihi sering kali pada momen itu air mata tak terbendung jatuh berderai. Sesungguhnya kita semua telah terjebak dalan hukum karma, yakni setiap kelahiran akan mengalami kematian.
Hal ini berlaku pula pada I Gede Merta Wirya Putra, (7) bulan, buah hati pasangan cinta Bripka. I Nyoman Alit Wirawan anggota Satsabhara Polres Badung dengan Ni Ketut Astrini, meninggal di RS Sanglah pada hari Rabu, (15/1) pagi, karena sakit jantung.
I Made Kama (80) tahun kakek (alm) I Gede Merta Wirya Putra, didampingi orang tua almarhum mengatakan upayanya selama ini, sudah dilakukan sesuai dengan petunjuk dokter, namun nyawa almarhum tetap juga tidak bisa diselamatkan.
Kapolres Badung, AKBP. Roby Septiadi, SIK didampingi Wakapolres Badung, Kompol. Sindar Sinaga, SP., para Kabag., Kasat dan perwira serta anggota Polres Badung mengucapkan belasungkawa atas kepergian almarhum orang yang sangat kita cintai, semoga tenang dalam perjalanan ke rumah Tuhan di alam bahagia. "Ini sebuah pelajaran yang patut kita renungkan untuk tetap tabah menerima kenyataan," kata Kapolres Roby.
"Yang paling penting untuk direnungkan dalam hidup ini yakni adakah sikap dan prilaku kita telah selaras dengan tujuan kelahiran yang dapat mengantar kita ke tujuan jiwa," papar Kapolres di rumah duka Jalan Niti Arsa, Banjar Penyarikan, Desa Kekeran, Mengwi Badung Bali pada Rabu (15/1) siang pukul 14.00 wita.
Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan uang duka oleh Kapolres sebagai wujud kepedulian, bahwa kita merupakan keluarga besar Polres Badung. "Ini merupakan donasi spontanitas dari seluruh anggota Polres Badung, ketika mendengar ada keluarga kita yang kehilangan dan ini bukan pengganti almarhum," kata Kapolres.
AKBP. Roby Septiadi, SIK menyatakan, begitulah seharusnya kita ini, tidak usah seperti danau menunggu airnya setinggi gunung, untuk menghilangkan rasa haus sebuah desa, menjadi pancoran kecil sudah berguna di musim kemarau. Tidak hanya itu Ibu Wakapolres juga mewakili keluarga suka duka Polres Badung menyerahkan tali kasih, serta mendoakan almarhum, bisa tenang di alam bahagia. (Iskandar/Udiana)



