• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Kades Kedungrejo Dan Ketua LSM Suara Bangsa Harapkan Perusahaan dan Masyarakat untuk Peduli Lingkungan

    admin
    24/01/20, 21:16 WIB Last Updated 2020-01-24T14:16:11Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    TRIBUANANEWS.COM | Banyuwangi - Selagi ada aktifitas Manusia, maka masalah sampah tak kan ada habisnya. Seperti yang awak media dapati ada sebuah gerobak sampah terlihat kurang efektip penuh tumpukan sampah berserakan dengan aroma menyengat di wilayah Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi, tepatnya diatas drainase di bibir jalan raya Dusun Kalimati Desa Kedungrejo, Jumat (24/01/2020).

    Melihat hal tersebut guna gali keterangan, media Tribuananews.com temui A. Zaiho Kepala Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar di Kantornya. Setelah dikonfirmasi Kades menyampaikan rasa geramnya, karena menurutnya para pelaku usaha dan masyarakat sekitar tidak peduli dan tidak sadar sampah, ujung - ujungnya Kepala Desa yang jadi sorotan.
    "Begini mas..masalah sampah ini sudah warisan, Saya dari kemaren - kemaren sudah mencari trobosan lobi sana - sini terkait masalah sampah yang ada di Dusun Kalimati khususnya. Nah sekarang saya berada pada titik temu yang Insyaalah bekerjasama dan sepakat dengan sebuah lembaga Sistemik dari Luar Negeri untuk mengatasi permasalahan sampah. Jadi nanti tidak perlu lagi adanya tempat pembuangan sampah. Dari lembga Sistemik nanti akan memberikan Dua tempat sampah (sampah kering dan Sampah basah). Sebanyak 8000 pasang akan disebar ke seluruh rumah tangga."..jelas kades.

    "Cuman nanti kita bentuk pengurus, dari PKK, Karang taruna, LPMD guna mensosialisasikan, bahwa tempat sampah itu khusus kering dan basah. Kemudian sampah itu kita ambil, kita nanti bekerjasama juga dengan Desa Sumberberas." imbuhnya.

    Cecar pertanyaan awak media kepada Kades, terkait kontribusi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terhadap permasalahan sampah, dijawabnya,

    " Ya.. seperti yang sampean lihat sendiri sampah itu, kadang diambil kadang tidak. Saya juga jijik melihatnya. Semestinya masyarakat sadarlah apalagi pelaku usaha juga. Saya itu orangnya yang sangat peduli dengan sampah."..ungkapnya dengan wajah setengah geram.

    Masih kata Kades, "Sampah terbanyak dimungkinkan dari perusahaan dan kedua sampah rumahan. Dan kebanyakan sampah itu dibuang oleh orang orang yang bekerja di perusahaan, bawa sampah dari rumahnya dibuang disitu. Saya ga setuju adanya tempat sampah disitu. Akan saya dobrak suatu saat tunggu saja dari saya. Ketika sudah terjadi seperti itu pasti kades yang disalahkan. Rasa kepedulian mereka tidak ada, sedangkan perusahan - perusahaan yang ada tidak ada kontribusi sama sekali. Dan ketika ada kerja bakti tidak ada satupun yang peduli dari mereka."..Ungkapnya. 

    Ketika ditanya lagi apa harapan Kades kepada DLH dan pelaku usaha terkait permasalahan sampah di Desa Kedongrejo,  "Untuk DLH saya tidak ada harapan Pak.. saya akan bekerja sendiri dan akan bekerjasama langsung dengan lembaga sistemik. Kemudian kepada  perusahaan - perusahaan yang ada saya harap kepedulianya dan tolonglah untuk ikut memikirkan masalah sampah.". jawabnya dengan nada lantang.

    Diwaktu yang sama diruang Kepala Desa, Ketua LSM Suara Bangsa H. Suyoto M.S menanggapi persoalan sampah di Kedungrejo Muncar terutama soal limbah Perusahaan, menyampaikan,

    "Kalau bicara tentang masalah limbah Perusahaan dan sampah di Desa Kedungrejo ini sudah keterlaluan menurut saya. Padahal yang harus bertanggung jawab terhadap limbah - limbah tersebut bukan Pemerintah Desa tapi para Perusahaan yang membuang limbah dari Pabriknya, tapi mereka tidak bertanggung jawab. Padahal itu milik pabrik - pabrik yang mencari penghasilan di Desa Kedungrejo, mutlak keberadaan sebuah perusahaan di suatu wilayah harus berkontribusi dan peduli kepada masyarakat dan lingkungan desa yang ditempati usahanya."..ungkapnya. 

    H. Suyoto. M.S juga menyampaikan, Jika masalah sampah dan limbah ini tidak segera diselesaikan oleh pihak - pihak terkait, maka akhirnya akan kontradiktif dengan semangat Bupati yang menginginkan Banyuwangi Merdeka dari sampah. 

    Tak hanya itu, Ketua LSM Suara Bangsa ini tuding Perusahaan - Perusahaan yang ada di Muncar tidak ada CSR nya kepada sekolah - sekolah, anak yatim, dan duafa yang ada di Muncar. 

    "Terus terang saja saya sangat mendukung tekad Kepala Desa Kedungrejo, yang mengambil langkah tegas akan menyikapi masalah sampah di lingkungan wilayah kekuasaannya. Saya berharap masyarakat juga harus mendukung tekat Pak Kadesnya, dan harus sadar jangan buang sampah sembarangan. Nanti kalau sudah kumuh dan bau karena tumpukan sampah, Kepala Desanya yang disalahkan, ini tidak bener", tegas Mbah Yoto. *(khotib).
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan