masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM |Bekasi - Pada hari Minggu 12 Januari 2020 sekitar pukul 9.00 pagi, sebut saja namanya Bunga (6 tahun) sedang bermain didepan rumahnya Rt 04 Rw 03 Kranji Bekasi Barat.
Bunga melihat seorang Bapak berinisial Sp (45 tahun) yang uangnya terjatuh. Saat itu Sp bermaksud hendak belanja di warung, kebetulan didepan rumah Bunga memang ada warung kelontong.
Menurut pengakuan Sp tersebut ia menyodorkan uang yang jatuh itu kepada Bunga, akan tetapi Bunga menolak pemberian uang itu dan ada warga yang melihat sehingga warga meneriaki Sp tersebut sebagai 'penculik' sontak terjadilah heboh, semakin banyak masyarakat hiruk pikuk meneriakan penculik dan melakukan penangkapan oknum yang diduga sebagai penculik yaitu Sp yang kesehariannya berprofesi sebagai pembeli rongsokan kardus di warung - warung kelontong, kemudian dia dibawa ke Polsek Kranji.
Ditemui di kediamannya Bunga sudah tidur dengan lelap, Angga orangtua Bunga yang dikonfirmasi oleh Reserse Polsek Kranji dan Reserse Polres Bekasi Kota Minggu pukul 21.24 Wib membenarkan bahwa anaknya tidak diculik, apa lagi sampai dikarungi.
"Ini tidak benar," tambah Angga, "Kami sekeluarga sangat resah mohon jangan memberikan informasi yang tidak benar. Tolonglah kami ingin keluarga kami tenang," tambah Angga.
Dalam masalah ini Bunga sudah dimintai keterangannya di Kantor Kepolisian dengan mengkonfirmasikan Sp kepada Bunga dengan didampingi keluarga.
Sedangkan oknum Sp, yang diduga penculik oleh masyarakat sampai ini saat masih menjalani pemeriksaan di Kantor Polisi.
Angga menolak pemberitaan anaknya diculik apalagi dikarungi, "ini tidak benar," sanggahnya.
Angga berharap agar masyarakat yang memposting berita tersebut agar meralatnya, karena itu tidak benar.
"Padahal yang sebenarnya pelaku SP memberi uang kepada Bunga dan Bunga menolak/menangis sehingga mengundang perhatian masyarakat, lalu Bunga dibawa masuk kerumah oleh Ibunya serta merta masyarakat menangkap Sp yang diduga mau menculik, itu saja yang sebenarnya," pungkas Angga.
Sedangkan Kronologi yang berkembang di masyarakat beredar di WA Grup Rt, Rw yang berada Wilayah Kelurahan Kranji dan Kelurahan Kayuringin Jaya Kota Bekasi, pada Minggu 12 Januari Pukul 14.36 Wib tersebar berita seperti dibawah ini :
Sehabis diberi makan oleh Ibunya, Bunga keluar main didepan rumahnya, tiba - tiba sudah tidak terlihat keberadaannya.
Ibunya Bunga mencari keberadaan anaknya, sehingga situasi menjadi ramai.
Terlihat oleh warga ada seorang Ibu yang membawa karung dengan jalan tergesa gesa, sehingga menjadi kecurigaan para warga, dan ternyata benar saja Bunga sudah berada di dalam karung yang di bawa si Ibu tersebut.
Karena Bunga yang di dalam karung tersebut bergerak dan meronta - ronta sehingga para warga mengejar dan si pelaku membuang karung yang didalamnya adalah Bunga, demi menyelamatkan diri nya, tetapi karna warga begitu banyak sehingga pelaku tertangkap dan di interogasi oleh warga setempat.
Disaat akan di bawa ke Polsek Kranji si Ibu/pelaku tersebut menunjuk kepada seseorang Bapak yang sudah menunggu di kendaraan dan oknum tersebut diakui merupakan rekannya sehingga dengan segera di kepung oleh warga ditangkap dan di bawa ke Polsek Kranji.
Cerita tersebut ternyata tidak benar alias Hoax dan bisa berdampak pada kerugian nama baik seseorang.
"Kepada masyarakat hendaknya berhati - hati dan bijak dalam menyebarkan informasi, jangan sampai menyebarkan berita yang di sebarkan malah akan menjadikan masyarakat yang menerima berita sebenarnya bohong itu percaya begitu saja, sehingga menjadikan keresahan umum," tutur Ibu Yani isteri dari Ketua Rt 04 Rw 03 Kranji, Bekasi Barat - Kota Bekasi.* (MSP/Red Bks)



