masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Pangkalpinang - Setelah menetapkan Status Kesiapsiagaan dalam Kasus Wabah Virus 2019-nCoV, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan segera membentuk Posko Pengawasan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mulyono Susanto, saat memimpin rapat Pelaksanaan Rencana Pertemuan di Ruang Pertemuan Dinkes Babel, Senin (27/2/2020) .
"Belum ada Kasus Virus 2019-nCoV di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sehingga Status kebahagiaannya ditetapkan pada jam Kesiapsiagaan. Prinsip Operasinya adalah penguatan Pengawasan Deteksi dini dan perbaruan," jelas Mulyono .
Yang harus kita ingat saat ini, lanjut Mulyono, disiapkan masyarakat agar tidak panik. "Dinkes Babel segera Sensosialisasikan dan Mengedukasi masyarakat mengenai penggantian dan Penanganan Virus ini. Virus ini memang belum ada obatnya, tetapi dapat dicegah," ungkap Mulyono .
"Berbagai Informasi penting akan disebarkan, baik melalui Baliho, Media Massa, dan juga Media Sosial. Mulai dari pertanggungan, pertanggungan, hingga pertanggungan akan di Informasikan secara Masif sehingga masyarakat dapat terhindar dari Virus ini," jelasnya .
Menurut Mulyono, kesiapan Rumah Sakit Rujukan terus dipantau. "Menteri Kesehatan Republik Indonesia menetapkan dua rumah sakit rujukan untuk kasus ini, yaitu RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang untuk Wilayah Pulau Bangka dan RSUD Marsidi Judono untuk di Pulau Belitung. Pemprov Babel menerima RSUD Dr. (HC) Ir. Soekarno sebagai rumah sakit rujukan Regional , "lanjutnya .
"Ketiga rumah sakit ini melengkapi ruang Isolasi yang berkaitan dengan Fasilitas dan Prasarana terkait penanganan Virus 2019-nCoV. Dinkes Babel juga akan terus melakukan Pengawasan dan persiapan Logistik, termasuk obat-obatan, alat pelindung diri, dan lain-lain," katanya .
Sementara itu Plt. Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Pangkalpinang (KKP Pangkalpinang), Nuryanto, menyatakan ke siapan dalam mengatasi Virus yang masuk ke Babel .
"Kami meningkatkan Pengawasan dengan memasang Pemindai Termal di dua Bandara, yaitu Bandara Depati Amir Pangkalpinang dan Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjung Pandan. Bandara di Pulau Belitung ini harus mempertimbangkan untuk mengembangkan Bandara Internasional di mana saja yang tersedia di luar Negeri," jelasnya .
Menurutnya, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) menyiapkan Kartu Kewaspadaan Kesehatan, yang akan menjadi salah satu petunjuk dalam memasukkan Virus ini. "Kartu ini akan diserahkan kepada penumpang dan ABK (Anak Buah Kapal) yang sesuai dengan Penerbangan. Berdasarkan Data ini, KKP akan Berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Rujukan," lanjutnya .
"Sampai saat ini, hasil Pemantauan melalui Pemindai belum menemukan Kasus yang mengarah ke Virus ini," pungkas Nuryanto .
Humas Prov.
(Pitoysuhartono)


