masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Bogor - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)
Dace Supriadi, SH, M.Si mengatakan pihaknya beserta para Relawan Karukunan Warga Bogor (KWB) Kabupatem Bogor dan Kota Bogor, beserta ormas Fokus Maker dan Asosiasi Pengusaha, hari ini (7/1/2020), akan berangkat ke Desa Harkat Jaya untuk memberikan bantuan Logistik, kepada masyarakat korban longsor di Kecamatan Sukajaya.
"Ya sekarang kami tengah menuju lokasi longsor dan banjir di Desa Harkatjaya dan beberapa lokasi di sekitar Kecamatan Sukajaya, untuk memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah longsor, seperti beras, indomie, obat-obatan, air mineral, pakaian, selimut dan lain-lain," imbuh Kadis DPMPTSP yang sekaligus juga Ketua Relawan Karukunan Warga Bogor (KWB).
Namun saat menuju ke lokasi Desa Harkatjaya, rombongan dari Kepala Dinas DPMPTSP Dace Supriadi, SH, M.Si, sempat mengalami kemacetan yang cukup panjang, di akibatkan akses menuju lokasi bencana, sedang dilakukan pembersihan jalan oleh alat berat, akibat masih adanya sisa-sisa longsor yang menutupi jalan, sehingga jalan yang dilalui dua arah itupun, diterapkan untuk buka tutup.
Saat tiba di lokasi Desa Harkatjaya, Dace Supriadi, SH, M.Si, beserta rombongan langsung menyerahkan bantuan ke posko, yang mana nantinya untuk di serahkan kepada masyarakat pengungsi yang terkena bencana longsor dan bencana banjir di sekitar Desa Harkatjaya Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor.
Ditempat yang sama, Dace Supriadi, SH, M.Si, beserta para rombongan, sekaligus juga melakukan kunjungan ke salah satu Pondok Pesantren Nurul Hikmah di Kampung Congcoran Lebak Desa Harkatjaya dan melihat secara langsung dampak terkena bencana banjir, yang mana sebagian Pondok Pesantren Nurul Hikmah di Kampung Congcoran Lebak Desa Harkatjaya, bangunannya sudah pada hancur akibat hantaman banjir.
Setelah selesai memberikan bantuan ke pada masyarakat bencana longsor dan banjir di Desa Harkatjaya, para rombongan Kepala Dinas DPMPTSP, Dace Supriadi, SH, M.Si melanjutkan perjalanan menuju Desa Pasir Madang Kecamatan Sukajaya.
Namun karena akses mobil ke lokasi para pengungsi di Desa Pasir Madang, belum begitu aman untuk di lalui, apalagi melihat kondisi jalan yang masih sangat begitu licin dan berlumpur, akhirnya Dace Supriadi, SH, M.Si, beserta para rombongan, disarankan oleh petugas setempat, agar menunggu saja di posko, penampungan bantuan.
Dan akhirnya, dengan insiatif sendiri, tim relawan Karukunan Warga Bogor (KWB), berangkat menuju ke pengungsian di Desa Pasir Madang, untuk mengantarkan langsung bantuan makanan dan obat-obatan kepada para pengungsi korban longsor Kampung Gunung Kembang, Desa Pasir Madang, namun saat di lokasi pengungsian salah satu warga mengatakan sangat menyayangkan, dimana bantuan yang mereka butuhkan, harus mengambilnya turun kebawah atau ke tempat-temppat posko.
"Ya Kami sangat menyayangkan pak, dimana kami melihat, begitu banyaknya bantuan yang menumpuk di posko tempat penampungan bantuan, dimana kami disini sangat membutuhkan, tetapi kami harus turun ke bawah untuk mengambilnya ke posko-posko, dan kami katakan, ini baru pertama bantuan datang dari relawan Karukunan Warga Bogor (KWB) yang langsung kami terima disini," tegasnya.
Di samping itu juga, relawan Karukunan Warga Bogor (KWB), menemukan warga pengungsi yang berasal dari kampung Gunung Kembang, dimana ada 3 warga yang sudah beberapa hari mengalami sakita, yakni Siti Maimunah dimana panas badannya sangat tinggi dan sempat tidak sadarkan diri, menurut pengakuan saudaranya bahwa Dokter pernah datang ke lokasi pengungsi, namun karena tidak membawa peralatan, akhirnya disuruh nanti menunggu ambulance.
"Jadi kemarin, pernah Dokter datang kemari, cuma karena Dokternya tidak membawa peralatan medis, akhirnya kita disuruh menunggu sampai akses jalan bisa di lalui kesini, supaya nanti bisa di bawa ke Rumah Sakit pakai ambulance, selain Siti Maimunah, suaminya yang bèrnama Sunarma juga mengalami hal yang sama," ungkapnya.
Diperkirakan korban pengungsi longsor yang terjadi di dusun 2 Gunung Kembang Desa Pasir Madang berkisar 239 Kepala Keluarga, dan menurut warga saat ini, mereka sangat membutuhkan lilin untuk penerangan dirumah-rumah, karena sampai berita ini di turunkan, keadaan PLN masih padam total untuk Desa Pasir Madang. (Hotma Lingga)


