masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Aceh Tamiang - Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3 - TGAI) sumber Dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun 2019 terkesan dibangun asal - asalan, jika di kumpulkan keseluruhan, diduga merugikan uang Negara setengah milyaran rupiah.
Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Aceh Teungku Nasruddin, Jum'at (24/01/20) di Pekan Seruway usai melihat titik lokasi pekerjaan saluran air dikerjakan kelompok Tani P3 - TGAI di Kecamatan Seruway dan Kecamatan Bendahara.
"Saya melihat langsung dilokasi bangunan program swa kelola P3 - TGAI salah satunya di Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang dengan titik lokasi kawasan hilir. Alangkah hancurnya kinerja bangunan, seperti tidak ada konsultan dan pengawas
Pagu anggaran tiap kelompok Tani Rp. 195.000.000,-" ujarnya kepada awak media Tribuananews.com, Jumat (24/1/2020).
Masih menurut Tengku Nasruddin, apakah seorang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR - RI) yang kucurkan Dana Aspirasinya tidak merasa bertanggung jawab terhadap keadaan ini? Jika dipergunakan untuk kepentingan skala perioritas lainnya, akan lebih bermanfaat Dana tersebut.
Sementara, salah seorang warga masyarakat Kampung Gelong Sarinem saat diwawancarai awak media Tribuananews.com berikan keterangan, "Pembangunan P3 - TGAI di Kampung kami malahan dibangun dikawasan tanah milik Desa alias Tanah eks Impres Desa Tertinggal (IDT), bukan ditanah milik masyarakat anggota Kelompok Tani tersebut," terangnya.
Warga sekitar Kecamatan Seruway lainnya Mat Nur, kepada media ini mengatakan, pengelolaan kegiatan P3A - TGAI dibeberapa titik di Kecamatan Seruway tidak transparan, diduga sarat Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) oleh oknum pengelola. Ditambah lagi hasil bangunan tidak berkualitas dan terkesan asal - asalan.
Selanjutnya Mat Nur mengharapkan kepada pihak yang menurunkan aspirasi agar meninjau kembali Anggaran Negara dalam program ini, serta melakukan evaluasi secara intensif untuk memberikan banyuan selanjutnya.* (SAP)


