masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Gianyar - Ketua Umum Manca Agung Trah Ida Dhalem Shri Aji Tegal Besung, Dewa Nyoman Oka mengatakan buku yang telah disusun atas dasar penelitian pada artikel tradisional (lontar) dan buku ilmiah yang ada.
Lahirnya Manca Agung Trah Ida Dhalem Shri Aji Tegal Besung yakni pada tahun 1352 Ida Dalem Sri Aji Kresna Kepakisan menjadi raja di Bali, setelah 21 tahun berkuasa tahun 1373 tahta diserahkan kepada Ida Dalem Sri Agra Samprangan.
Istri kedua Ida Dalem Sri Aji Kresna Kepakisan, Ni Gusti Ayu Kuta Waringin melahirkan putra Ida I Dewa Tegal Besung. Setelah 7 tahun Dalem Samprangan menjadi raja, tahun 1380 beliau tidak melaksanakan tugas sebagai raja, maka diangkat I Dewa Ketut Ngulesir menjadi raja.
Tiga tahun berikutnya Ida Dalem Agra Samprangan wahyu keprabon, maka adik paling bungsu yaitu Ida Dewa Tegal Besung dijadikan raja dengan gelar Ida Dalem Shri Aji Tegal Besung. "Tahun 1383 sampai 1401 ada dua raja di Bali yaitu di Samprangan dan Gelgel. Tahun 1401 diadakan rekonsiliasi dan Ida Dalem Sri Semara Kepakisan diangkat sebagai raja, sedangkan Ida Dalem Shri Aji Tegal Besung menjadi Yua Raja.
Sebelum meninggal, Ida Dalem Shri Aji Tegal Besung memanggil kelima putranya dari perkawinan dengan Ni Luh Pemaron. Kelima putranya diberi nasehat lebih dikenal dengan Bhisama Ida Dhalem Shri Aji Tegal Besung. "Tiga spirit trah Ida Dhalem Shri Aji Tegal Besung yaitu wajib ingat leluhur dengan sembahyang di Pura Dalem Samprangan dan Pura Besakih, kedua jangan berhenti belajar dan ketiga jagalah persaudaraan diantara semeton, jangan melupakan semeton dimanapun berada," pungkas Dewa Nyoman Oka saat memberikan sambutan pada Pesamuhan Agung II Manca Agung trah Ida Dhalem Shri Aji Tegal Besung di Pura Dalem Samprangan Minggu 19 Januari 2020.
Wakil Gubernur Bali, Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si yang biasa disapa Cok Ace membuka secara resmi Pesamuhan Agung II trah Ida Dhalem Shri Aji Tegal Besung di Pura Dalem Samprangan Gianyar.
Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si dalam sambutannya mengatakan agar pasemetonan terus meningkatkan karakter umatnya, terlebih di era kemajuan teknologi saat ini dimana persoalan yang dihadapi generasi sekarang berbeda dengan generasi pendahulunya. Untuk itu kita harus mampu beradaptasi dan mengendalikan diri dengan baik, sehingga apa yang menjadi makna dari kehidupan sosial dan beragama dapat dilaksanakan dengan baik.
Wakil Gubernur Bali, Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si berharap pesamuhan agung yang dilaksanakan ini dapat meningkatkan peran pasemetonan dalam membangun Bali dengan berlandaskan konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Pesamuan Agung Trah Ida Dhalem Shri Aji Tegal Besung dihadiri Penglisir Manca Agung Trah Ida Dhalem Shri Aji Tegal Besung, Ida Bhagawan, Pasemetonan dari 9 Kabupaten dan Kota se-Bali, undangan Bendesa Adat Samplangan, Kelihan Adat, Kelihan Dinas, Camat, Lurah Samplangan dan undangan lainnya. (Iskandar/Udiana)


