masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Probolinggo - Di musim penghujan di awal tahun sudah terbiasa kita mendengar kalimat "Banjir". Dampak dari fenomena Alam tersebut mengakibatkan kerusakan-kerusakan, dan di butuh kan memperbaiki dengan cara Gotong-royong atau personal. Banjir yang terjadi di beberapa hari yang lalu, berdampak terhadap fasilitas Sekolah yang terletak di kecamatan Keraksaan. Yang mengakibatkan mengganggu proses belajar dan mengajar, di SMP Full Day School dan SMA Unggulan di bawah Yayasan Ponpes Badridduja.
Koramil 0820/12 Kraksaan dan Forkopimka Keraksaan beserta beberapa Guru dan Siswa, menggelar Karya Bahkti membersihkan sisa puing-puing dampak dari banjir. Yang bertepatan dengan ulang tahun Vlll SMP Full Day School Badridduja, dan ulang tahun lV SMA Unggulan Badridduja Senin (20/1).
Kegiatan Karya Bhakti diawali dengan Apel bersama, pengarahan dari Kapten Inf Matali Danramil 0820/12 Kraksaan dan Akiduddin Makruf S.Sos M.pd Kepala Sekolah SMP Full Day School tentang sasaran yang akan di bersihkan.
Adapun yang ikut terlibat dalam kegiatan karya Bhakti tersebut adalah Kapten Inf Matali Danramil 0820/12 Kraksaan beserta14 orang anggota, Aiptu Komang Yudi SH. mewakili Kapolsek Kraksaan beserta 2 orang anggota, Moh. Ridwan AP.MM Camat Kraksaan berserta beberapa Orang Staff, Hendra Apriadi S.Kom Kepala Sekolah SMA unggulan Badridduja, Muh Akiduddin Makruf S.Sos M.pd Kepala Sekolah SMP Fuul Day School Badridduja, Guru pendamping SMA dan SMP 15 orang, Santri Siswa/Siswi SMA Unggulan 50 orang, Serta Santri Siswa/Siswi SMP Fuul Day School 50 orang.
Saat ditemui awak media Kapten inf Matali Danramil 0820/12 Kraksaan mengatakan "Gotong royong merupakan kebudayaan yang sudah mengakar dan mendarah daging, Persatuan adalah landasan semangat yang sejak dulu digunakan oleh para pejuang untuk membangun bangsa. Dengan budaya gotong royong merupakan salah satu perwujudan nyata dari semangat persatuan masyarakat Indonesia". pungkasnya Danramil 0820/12 Kraksaan. ( Anis /andri )


