masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Tubaba -
Kabupaten Tulang Bawang Barat di Kota Budaya Ulluan Nughik,(22/01/2020) Kelurahsn Panaragan Jaya Kecamatan Tuba Tengah Kabupaten Tuba Barat, berlangsung lancar dan meriah.
Hadir dalam kegiatan Bupati Hi.Umar Ahmad.SP. Wakil Bupati Hi.Fauzi SE.MM, Unsur Forkopimda, Dandim 0412/LU letkol Inf Krisna Pribudi, Danlanud M.Bunyamin diwakili Oleh Kadisop Kapten POM Adi Firmandadi,
Kapolres Tuba Barat AKBP Hadi Saepul Rahman.S.IK. Ketua DPRD Tuba Barat Ponco Nugroho.ST, Pabung Wilayah Tuba Barat Mayor Inf A.Sunarya, Para Jajaran Danramil 412-01/TBT dan 412-05/TBU, Jajaran Kapolsek, Satker Pemkab Tuba Barat,
Juga Mantan Wagub Lampung Hi.Bachtiar Basri, Budayawan Providi Lampung Ansori Jausal,serta Tamu Undangan dari Manca Negara, (Para Tim Penyaji)
Tamu undangan Tomas,Tiga, Toda serta peserta yang hadir dalam kegiatan tsbt yang berjumlah sekitar 500 orang
Rangkaian Kegiatan diawali, Pembukaan, Penampilan Tari Sigeh Penguten,
Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Syair 3 Stansa
Tari Nenemo.
Sambutan Ibu Melati Surya Dharma ( Anak Alm Suprapto Surya Dharma ) Saya sebagai Anak akan selalu mengenang daripada Sejarah Orang Tuanya yaitu Alm Suprapto yang selalu dekat dengan budaya dan alam serta mempelajari kebudayaan leluhur.
"Mengucapkan terima kasih kepada kabupaten Tulang Bawang Barat, yang telah mengagas kegiatan Megalithic Millenium Art" ini dengan memajukan budaya khusunya budaya Lampung di Kabupaten Tuba Barat"
Dalam penyampaian
Bupati Tulang Bawang Barat H.Umar Ahmad S.P, mengucapakan selamat datang kepada tamu undangan yang pada hari ini telah dapat hadir di Acara bertajuk Kebudayaan dalam Megalithic Millenium Art di Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Mengapa ada salah satu manusia yang hadir berasal dari belahan bumi utara dan Selandia baru yang lain Saya tidak hafal dan beliau mewakili manusia bagian utara untuk hadir di tubaba yang menjadi bagian dari bumi bagian selatan
" hari ini kita berada di pusara kota Budaya Ulluan Nughik dengan arti Ulluan berarti atas terus kemudian Nughik berarti kehidupan kita berada di kota awal dari kehidupan adalah awal dari kehidupan sebuah kota yang diniatkan menjadi kota budaya berbasis ekologi terhadap niat dan visi itu Alm Suprapto Suryodarmo ingin merespon dari visi besar yang dimiliki oleh Tubaba, karenanya beliau mengajak seluruh Ilmuwan seluruh budayawan seluruh seniman yang berasal dari seluruh dunia yang khususnya yang tergabung di dalam kelompok joget Amerta untuk hadir ke Tubaba "Terangnya
Masih kata Bupati Tubaba, diri nya merespon keinginan kita semua untuk menjadikan tubaba atau khususnya kota ini sebagai Kota budaya yang berbasis ekologi dalam rangka memperkuat itu semua kita telah menyusun langkah dan strategi yang pertama mungkin ini agak lebih menyentuh kepada wilayah-wilayah yang mitologi dan filosofi bahwa di tempat ini telah lahir sosok makhluk yang secara khusus kami sepakati dengan nama bunian, disebut sosok makhluk yang nantinya akan menjaga pepohonan akan menjaga sumber sumber air ini yang ada di Kabupaten Tulang Bawang Barat.
" Mungkin tutur ini nanti akan menjadi skema pembelajaran di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang ada di Tubaba kenapa lahir bunian di tempat ini karena sama-sama kita tahu bahwa dalam konsep-konsep mitologinya orang Lampung kita tidak mengenal konsep Pandawa kita hanya mengenal konsep Kurawa yaitu jadi orang Lampung mengajarkan kebaikan mengajarkan tentang kebaikan dengan banyak menyebut hal-hal yang dalam kata keburukan misalnya contoh orang pagar dewa mengatakan kata duguk,maka kita jangan berbuat buruk Kita harus melakukan kebaikan setelah orang Lampung itu berbuat baik yang apa menjadi sebutan ternyata tidak ada sebutan orang yang berbuat baik di tanah Lampung ini nggak ada kenapa hal itu terjadi karena bagi orang Lampung baik itu adalah kewajiban tidak perlu dihargai jadi berbuat baik sesama manusia itu adalah kewajiban nggak perlu diagung-agungkan masa sekarang
Lebih Lanjut Umar Ahmad S.P, Mengatakan rasanya penting bahwa kebaikan itu dalam dalam tanda Kutip harus kita sebarluaskan kepada orang lain sehingga kebaikan yang kita tanam ini bisa benar-benar meluas di tanah yang kita cita-citakan ini oleh karenanya sekali lagi sharing time megalitikum Ini adalah sebuah gagasan yang digagas hasil diskusi dengan almarhum, Suryodarmo yang ketika itu beliau meresponnya dengan sangat cepat dan bahkan sampai pada titik beliau menentukan ada satu titik yang musti digagas di Tulang Bawang Barat
"Di dalam sharing time ini kita juga ingin memberikan sebuah tanda yang nantinya akan menjadi kenangan untuk masa-masa yang akan datang kiranya setelah stonhenge 5000 tahun yang lalu rasanya manusia jarang menggagas tempat-tempat Yang bersifat megalitikum oleh karenanya kita ingin menandai relasi hubungan manusia dengan alam ini dengan sebuah tanda yang kita tempatkan di sebuah konsep mitologi masyarakat untuk menjaga kelestarian alam menjaga pepohonan menjaga sumber-sumber air menjadi agar bantaran sungai dan lain sebagainya yang intinya adalah bagaimana menjaga hubungan relasi manusia dengan alam untuk sebuah kelestarian alam semesta. tuturnya.(*/Elman)


