• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Bangunan Fisik Sumber Dana ADD Gampong Rantau Panjang Terbengkalai

    admin
    29/01/20, 11:32 WIB Last Updated 2020-01-29T04:32:15Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    TRIBUANANEWS.COM | Aceh Timur - Bangunan fisik dibangun menggunakan Anggaran Dana Desa (DD) dari Tahun 2015 - 2018 oleh oknum Pemerintahan Gampong (Desa) Rantau Panjang Kecamatan Simpang Jernih Kabupaten Aceh Timur pada umumnya terbengkalai, bahkan ada juga yang belum selesai dikerjakan.

    Dari informasi yang dihimpun awak media Tribuananews.com dilokasi, Rabu (28/01/20) ternyata beberapa kegiatan bangunan fisik instalasi air bersih di Dusun Rantau Panjang dan Dusun Bedari, Jalan Desa Dusun Rantau Panjang serta Jalan Desa Dusun Jernih Tahap pertama.

    Adi alias Ayah Kasmi (42) warga Gampong Rantau Panjang kepada wartawan media Tribuananews.com mengatakan, "Dari pertama kali dikucurkan Anggaran DD tertuang dalam Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) Tahun 2015 - 2018 tidak ada bangunan fasilitas umum dibangun sempurna, terkesan semua menghambur - hamburkan uang Negara demi kebutuhan kemakmuran dan kesejahteraan Rakyat," ujarnya.

    "Milyaran rupiah uang Negara terbuang sia - sia tanpa ada manfaat bagi masyarakat, ratusan juta uang Negara diduga disalah gunakan," terangnya.

    Ia mengatakan, "Bangunan Instalasi air bersih Dusun Rantau Panjang setelah dibangun tertimpa longsor, hilang ditelan bumi. Ini menandakan pekerjaan yang tidak direncanakan dengan baik dan benar. Enam puluhan juta rupiah uang Negara tidak bermanfaat. Pembabgunan Jalan Desa Dusun Rantau Panjang dengan Anggaran Tiga ratusan juta rupiah, hasilnya tidak sesuai dengan perencanaan, dalam hal ini diduga telah terjadi penyalah gunaan kewenangan oleh oknum Pemerintah Desa serta penyelewengan Anggaran Negara. Terakhir jalan tersebut tidak selesai dengan sempurna," urainya.

    Selanjutnya Ayah Kasmi mengungkapkan, "Pembangunan Instalasi air bersih Dusun Bedari, dengan Anggaran ratusan juta rupiah, malahan terbengkalai, dan tidak dapat digunakan oleh masyarakat, sementara sarana air bersih kebutuhan utama masyarakat. Ini juga program gagal di Desa kami," paparnya.

    Ia menyampaikan kepada pihak Instansi terkait agar menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Gampongnya, sudah berulang kali dijanjikan Geuchik untuk menyelesaikan dugaan penyelewengan Anggaran DD untuk semua bangunan yang gagal dan terbengkalai, tapi semua hanyalah janji saja. 

    Salah seorang sumber terpercaya Tokoh masyarakat setempat enggan disebut namanya berhasil dikonfirmasi media ini membenarkan semua kejadian di Gampongnya, ia sangat berharap agar semua persoalan DD di Gampongnya dituntaskan sesegera mungkin demi menyelamatkan uang Negara.

    "Kami warga masyarakat hanya membutuhkan fasilitas kepentingan masyarakat dapat dimanfaatkan masyarakat, secara aturan yang saya ketahui, akibat dari gagalnya bangunan sumber DD di Desa kami diduga telah melakukan pelanggaram hukum. Tetapi pihak hukum sepertinya tidak serius menangani hal ini," terangnya.

    "Desa kami terpencil, jika seperti ini terus kapan kami bisa maju? Kami warga merasa seolah belum merdeka hidup di Desa kami sendiri, sementara Negeri ini sudah merdeka 70-an Tahun lalu," tutupnya.

    Saat dikonfirmasi media ini, pihak perangkat Desa terkesan menghindar dari awak media.* (Ramli AG)

    "Saya minta kepada pihak Hukum agar segera turun tangan menangani dugaan penyimpangan dan penyalah gunaan kewenangan Anggaran di Desa kami. Praktik dugaan KKN senantiasa meraja lela dalsm tubuh Pemerintahan Gampong. Mohon tindak tegas sesuai prosudur hukum yang berlaku". Tutup Adi.

    Sementara media ini saat berita ini ditayangkan, belum berhasil menghubungi para perangkat, terutama Geuchik untuk dimintai keterangannya.* (Ramli AG)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan