masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Binjai -Diminta tinjau ulang proyek swakelola rehabilitasi tiga ruang kelas kerusakan sedang berat beserta perabotnya di SDN 020274 Jalan Amir Hamzah,Kel.Kebun Lada,Kec.Binjai Utara,Kota Binjai.
Pasalnya proyek Swakelola dengan sumber Dana Alokasi Khusus ( DAK ) tahun Anggaran 2019 sebesar Rp.298.612.174 dengan jangka waktu pengerjaan 24 Mei hingga 30 Desember 2019 dinilai anggaranya terlalu besar.
Diduga Anggaran sebesar itu tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan oleh pihak yang dipercayakan dalam menangani pengerjaan rehab ruang sekolah tersebut, hingga berpeluang dapat memperoleh keuntungan besar diluar standart kewajaran dan sangat berpotensi merugikan uang negara, untuk itu penggunaan anggarannya segera dilakukan pengawasan.
Ditambah lagi pengerjaan proyek tersebut sempat terhenti, padahal anggaran yg sudah dikucurkan sudah memasuki dua tahap, hal ini diketahui saat awak media ini turun kelokasi melakukan investigasi,tidak ada aktifitas dan tidak ada satupun para pekerja.
Salah seorang warga di lokasi mengatakan,pembangunan proyek ini terhenti.." sudah hampir sebulan bang" disoal wartawan alasannya, warga yang tidak disebutkan namanya tersebut menjawab" barang dibutuhkan belum datang".
Sayangnya waktu itu Kepala Sekolah yang diketahui bernama Rubiah Saat awak Media ini ingin komfirmasi tidak berhasil.
Salah seorang perempuan staf disekolah itu mengatakan ibu kepsek sedang keluar menghadiri suatu acara.
Mendapat jawaban yang kurang memuaskan,lantas awak media ini beberapa hari yang lalu mencoba komfirmasi kepada kepsek Rubiah melalui via seluler terkait terhentinya pengerjaan proyek tersebut.
Dalam pembicaraan singkat kepsek mengatakan agar wartawan tanya langsung kepada pihak pemborongnya yang bernama Babe.
Mendapat arahan dari kepsek,kemudian awak media ini menghubungi Babe,melalui via seluler Babe menjelaskan terhentinya pengerjaan proyek tersebut dikarenakan barang-barang yg dibutuhkan belum datang karena masi di tempah.
Seperti rangka baja diakan ada ukuranya jadi harus kita tempah dan kita menempah nya tidak di Binjai tapi di Medan,Selain itu kayu kusen itukan diganti jadi barangnya blm datang.
Tapi sore nanti mudahan barangnya udah datang dan besok sudah dikerjakan kata Babe.
Tampak memang sehari setelah awak media ini lakukan komfirmasi dan kembali datang kelokasi sekolah tersebut, pembangun proyek rehab tiga ruang tersebut kembali dikerjakan.
Meski begitu dimintakan kepada pihak terkait untuk segera mengawasi serta melakukan peninjauan ulang pengerjaan proyek yang berasal dari uang rakyat tersebut, demi untuk mengantisipasi kerugian uang negara. * ( Fitrianto )


