masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Kab. Bogor - KPU Kabupaten Bogor menggelar acara Jambore Demokrasi yang mengusung tema, ‘Sekolah Demokrasi Perempuan Politik’ yang bertempat di aula KPUD Kab Bogor, Sabtu (14/12/2019).
Acara yang dihadiri Ade Yasin Bupati Kab. Bogor, Ratna Dewi Pattalolo SH, MH Komisoner Bawaslu RI, Zulfikar Arse Sadikin S,IP, M,SI Anggota Komisi II DPR RI, Rifqi Ali Mubarok S,Ag, M,Si Ketua KPU Provinsi Jawa Barat, dan Yusfitriadi M,Pd, Direktur DEEP.
Dalam sambutannya Ade Yasin, Bupati Kab. Bogor mengatakan, kalau di perhatikan di Kabupaten Bogor, bahwa anggota Legislatif perempuan itu tidak pernah mencapai 10 persen, bahkan tahun 2019, dari 55 anggota DPRD di Kabupaten Bogor, yang duduk menjadi anggota Legislatif dari keterwakilan perempuan hanya 5 orang,
"Padahal Partai Politik dalam mengajukan calon Legislatif, sesuai Undang-undang bahwa keterwakilan perempuan, harus memenuhi kouta sebesar 30%, tetapi nyatanya, perempuan sangat sulit bisa duduk menjadi anggota Dewan," imbuhnya
Menurut pengalaman Ade Yasin, dari DPT pemilih di Kabupaten Bogor, sebesar 3.5 juta jiwa, dan bisa dikatakan DPT terbesar di seluruh Indonesia, dimana antara laki-laki dan perempuan hampir sebanding banyaknya, bedanya hanya 1 persen lebih banyak laki-laki, tapi ketika dilakukan Pilkada di Kabupaten Bogor, masih lebih percaya kepada perempuan, tetapi ketika Pemilihan Legislatif (Pileg) dilaksanakan, yang mana 30 persen dari keterwakilan perempuan, apalagi ada aturan dimana setiap 3 bakal calon, harus di isi sekurang-kurangnya 1 orang calon perempuan, tapi ujung-ujungnya yang terpilih lebih banyak calon Legislatif laki-laki," ujar Ade Yasin Bupati Kab. Bogor
Sebagai orang politik, Ade Yasin melihat, dimana setiap menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg), perempuan itu tidak timbul semangat seperti laki-laki untuk ikut serta dalam pencalegan.
"Perempuan itu, selalu nunggu ditunjuk oleh ketua Partai, itu yang salah, jadi nunggu hadiah, sehingga ketika ditunjuk, akhirnya semangatnya tidak begitu berambisi untuk menjadi anggota Dewan, jadi menjelang pemilu itu sulit sekali mencari kader perempuan,"tegasnya.
Disamping itu, Ade Yasin juga menyoroti kalau perempuan itu, masih ada rasa ragu-ragu untuk ikut pencalegan, terutama di dalam dukungan masalah isitas.
"Kalau memang ingin terpilih, mana mungkin tidak mengeluarkan isitas, walaupun dalam pencalegan itu kita di dukung oleh kapasitas, kwalitas dan juga integritas, tetapi tentunya isitas juga salah satu penunjang, karena itu adalah salah satu hal yang penting,
Namun menurut Ade Yasin, ketua Partai PPP ini, bisa saja isitas itu menjadi nomor sekian dalam dukungannya , dan ini pernah dilakukannya saat mengikuti Pilkada Kabupaten Bogor, asalkan kita bisa pelajari dan faham kultur masyarakat, dan kita juga harus rajin turun kemasyarakat untuk bersilaturahmi, sehingga cara ini lebih sakti dari pendekatan uang," ujarnya.
Sementara itu, kegiatan Sekolah Demokrasi Perempuan Politik, yang di prakarsai KPU Kabupaten Bogor ini, Ade Yasin mengatakan, adalah suatu terobosan baru, dalam rangka mendobrak minat perempuan untuk terjun di dunia politik, sehingga sangat layak untuk di dukung.
Sementara itu, di tempat yang sama, Ummi Wahyuni Ketua KPU Kabupaten Bogor mengatakan, Sekolah Demokrasi Perempuan Politik ini di awali dengan Stadium General untuk umum, agar perempuan-perempuan di Kabupaten Bogor, dapat pemahaman dan menambah ilmu terkait dengan perempuan demokrasi.
"Rencana nya akan dilaksanakan selama empat hari, mulai dari tanggal 14-17 Desember 2019, jam 09.00-16.00 Wib, dimana untuk pengisi acara ada dari penyelenggara, praktisi dan akademisi, dimana materinya sendiri bukan hanya tentang politik, ada komunikasi politik, tapi nanti tujuannya kesana juga, semua komisioner, akademisi dan praktisi mengisi, sehingga meningkatkan partisipatif, dan partisipatif itu tidak hanya sebagai pemilih saja, tapi ada partisipatif sebagai penyelenggara pemilu, yakni Banwaslu dan KPU.
Ummi Wahyuni Ketua KPU Kabupaten Bogor juga menambahkan, dimana acara kegiatan yang di gagas KPU ini, di support penuh oleh Ade Yasin Bupati Kabupaten Bogor dengan anggaran APBD. (Hotma Lingga.T)


