masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Kelapa Kampit- Diskominfo Beltim – Seketaris Daerah (Sekda) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) Ikhwan Fahrozi meresmikan Program Inovasi Desa Bank Sampah Sahabat Bumi Desa Pembaharuan di Gedung Serba Guna Kecamatan Kelapa Kampit, Rabu, (4/12).
Ikhwan saat diwawancarai seusai meresmikan Program Inovasi Desa Bank Sampah Sahabat Bumi mengatakan agar program seperti ini tidak berhenti disini saja, dan juga bisa mengetuk masyarakat yang ada di kecamatan lain di Beltim ini untuk bisa mengikuti inovasi seperti ini.
“Harapan kita semua ini jangan hanya berhenti disini saja, kita harus menyampaikan ini keseluruh kecamatan di Beltim ini, tim ini juga merupakan pionir yang akan mengetuk masyarakat yang ada di kecamatan lain dan ini akan kami pantau dan akan berkolaborasi baik dari pemerintah, komunitas, kecamatan dan desa dalam mengawal program ini,” kata Ikhwan.
Ikhwan menjelaskan bahwa pemerintah sangat mendukung 100 persen kepada masyarakat ataupun Pemerintahan Desa (Pemdes) yang berinovasi untuk kesejahteraan masyarakat Beltim.
Senada dengan Ikhwan, Camat Kelapa Kampit Syahrial mengharapkan program inovasi seperti ini tidak hanya sebatas seremonial saja, melainkan bisa berkelanjutan dan dapat menumbuhkan inovasi-inovasi lainnya.
“Harapan saya program inovasi ini tidak hanya sebatas seremonial saja, tetapi bisa berkelanjutan seterusnya sehingga bisa menumbuhkan inovasi-inovasi lain untuk masyarakat,” Harapnya.
Sampah Dijual Dan Dibayar Dengan Sembako
Pimpinan Bank Sampah Sahabat Bumi Desa Pembaharuan Erniyanti menuturkan setiap sampah yang telah ditimbang nantinya akan dibayarkan berupa sembako kepada warga. Adapun sampah yang bisa dijual berupa sampah pelastik, besi dan juga kardus.
“Nanti setiap bulan sampah-sampah yang sudah ditimbang tadi, pembayarannya kepada warga tidak berupa uang melainkan berupa sembako,” tuturnya.
Lebih lanjut Yanti menginginkan untuk diadakannya Peraturan Desa (Perdes) untuk mengharuskan warga menjadi nasabah Bank Sampah karena syarat untuk menimbang sampah di Bank Sampah Sahabat Bumi harus mempunyai Kartu Bank Sampah terlebih dahulu.
“Kami meminta untuk diadakan Perdes, jadi setiap warga harus menjadi nasabah, untuk mempermudahkan pengurusan administrasi karena syaratnya harus mempunyai kartu Bank Sampah,” ujarnya.
Terbesitnya inovasi ini menurut Yanti ialah dikarenakan keprihatinannya terhadap sampah yang setiap harinya bertambah, oleh karena itu Yanti berdiskusi dengan warga dan pihak desa dan tergagaslah Program Inovasi Desa Bank Sampah Sahabat Bumi Desa Pembaharuan.
“Kita prihatin saja setiap kali kita jalan yang harusnya hijau malah penuh sambah, dan makin hari makin banyak sampah, oleh karen itu, saya berdiskusi dengan teman-teman (warga Desa Pembaharuan) dan mereka menanggapi dan akhirnya jadi lah ini (Program inovasi Desa Bank Sampah Sahabat Bumi),”ungkapnya.
(Pitoy.Suhartono)


