masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Cilacap-Kepala Desa Gunungtelu Agus Suyitno membantah atas pemberitaan yang telah terbit di salah satu media tentang adanya proyek siluman Pembangunan jalan rabatbeton di Dusun Gunungtelu, keterangan Kades, proyek pembangunan jalan rabatbeton tersebut sudah dikerjakan 1minggu lalu dan hampir selesai kemaren itu warga yang biasa ikut kerja lagi ada kesibukan sendiri,dan sekarang warga udah pada mulai penggarapan lagi,melanjutkan pekerjaan yg belum selesai.
“Kalau dipikir, dikatakan proyek siluman itu proyek yang tidak selesai, tapi ini masih tahap pengerjaan” terangnya, selasa (3/12/2019) pagi.
Awalnya memang untuk pengerjaan ini sudah dipasang papan plang, namun karena ada oknum yang merusak papan plang makanya kita cabut. Sebab kalau dipasang lagi takutnya ada yang merusak lagi. Sebab kami di Desa gunungtelu setiap kegiatan selalu pasang papan plang untuk keterbukaan informasi,” tambahnya.
Dikatakannya lagi, dalam pembangunan tersebut manfaatnya sangat besar, hal itu dikarenakan dengan dibangunnya jalan utama desa dengan rabat beton tersebut dan warga sudah tidak lagi jalan rusak,tidak kaya waktu belum di rabat jalan desa tersebut rusak dan bergelombang.
“Manfaatnya sangat besar, masyarakat sangat terbantu, dan di harapkan masyarakat sekitar bisa meningkatkan perekonomiannya dengan adanya pembangunan jalan yang udah di rabatbeton tersebut”dan bisa memperlancar roda pertanian karena warga sekitar mayoritas bertani ungkapnya.
Alhamdulillah setelah dibangun masyarakat sangat terbantu. Pasalnya, selain jalan udah mulus, masyarakat juga bisa menjual hasil taninya dengan biaya yang tidak mahal lagi,” tambahnya.
Dijelaskan, proyek Jalan yang berada di Dusun Gunungtelu Desa Gunungtelu kecamatan karangpucung tersebut menelan anggaran Rp 200.000.000 dari BANPROV dengan volume 350X4X0,15 meter.
“Kita setiap ada kegiatan di desa selalu mengadakan musyawarah, agar setiap kegiatan di desa diketahui semua masyarakat di Desa gunungtelu. Untuk itu, pernyataan narasumber kemaren yang tidak mengetahui tentang pembangunan di wilayahnya itu tidak benar,” ujarnya.
"Kemungkinan ketidak pahaman si narasumber jadi saat di konfirmasi oleh awak media dia tidak paham betul " jelasnya *(Totong)


