• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Proyek Jembatan Milyaran Rupiah Ambruk, Ini Tanggapan DPRD Sambas

    admin
    24/12/19, 05:54 WIB Last Updated 2019-12-23T22:54:10Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

    TRIBUANANEWS.COM | SAMBAS -
    Pembangunan Proyek Pengganti Jembatan Sungai Tebas Ruas Jalan Lingkar Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas Kalimantan Barat berhenti seketika. Pasalnya, Proyek yang menelan dana milyaran rupiah itu ambruk.

    Kejadian yang menghebohkan itu membuat masyarakat sekitar kaget dan sesaat menjadi tontotanan warga. Suara gemuruh ambruknya jembatan dapat terdengar hingga ratusan meter dari tempat kejadian.

    Pembangunan proyek yang sedang berjalan  dimaksud untuk menghubungkan Desa Tebas Sungai dengan Desa Sebindang Kecamatan Tebas.

    Dilihat dari papan nama, Proyek tersebut menggunakan APBD murni Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2019, dikerjakan oleh CV. Duta Parma dengan nilai Rp. 4.031.721.000,- . Sebagai Konsultan Supervisi PT. Tri Tunggal Rekayasa Khatulistiwa, dengan masa pelaksanaan 61 hari  dan masa pemeliharaan 360 hari kalender.

    Koordinator Lembaga Tindak Indonesia Yayat Darmawi kepada Tribuananews.com mengatakan, bahwa pihaknya mengetahui atas ambruknya proyek jembatan tersebut. Bahkan menurutnya, lembaga Tindak telah menerima laporan dari salah seorang warga yang menyaksikan lansung tragedi ambruk jembatan yang belum sempat digunakan itu.

    Bukan itu saja, menurut Yayat, sumber yang menceritakan  ke lembaganya sangat mengetahui juknis pengerjaan proyek. 

    Progres pembangunan proyek dinilai sudah mencapai 90%. Namun sumber melihat ada indikasi pelaksana  dengan sengaja mencari untung besar dengan upaya mengurangi kualitas material, seperti pada item volume pondasinya.

    “Cerucuk yang harus masuk sedalam 27 meter tetapi pelaksana hanya memasukan 9 meter saja,” terang  Yayat Mengutip bahasa sumber bernama  Lukman.

    Atas kejadian tersebut, Koordinator Yayat meminta persoalan ini diusut tuntas. Lebih tegas lagi dia mengharapkan agar kasus ambruknya proyek jembatan itu ditangani  Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat. “Ini jelas pengerjaan proyek ada indikasi tidak sesuai spesifikasi,” tambahnya.

    Selain itu Yayat juga berpendapat, kenakalan oknum kontraktor dalam mengerjakan proyek di Kabuapten Sambas bukan kali ini saja. Masih banyak contoh lain seperti,  pembangunan Proyek Dermaga Sambas beberapa waktu lalu yang diduga mengurangi material tiang pancang. Dimana, kasus tersebut di nilai Yayat juga tidak diproses hukum.

    “Semua yang Saya jelaskan di atas, adalah prilaku buruk dan kejahatan dari oknum kontraktor. Jika tidak diproses hukum bisa menjadi preseden buruk di dunia jasa kontruksi ke depannya,” ujarnya. 

    Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sambas Ferdinan, SE kepada media ini mengatakan, menyesalkan atas kejadian ambruknya Proyek Pengganti Jembatan Sungai Tebas Ruas Jalan Lingkar Tebas.

    Proyek yang bersumber dari uang rakyat itu merupakan jembatan penghubung dan sebagai urat nadi perekonomian masyarakat Tebas. 

    Dalam pengerjaan proyek Ferdinan berpendapat ada indikasi kesalahan. “Cuaca bagus, tiba-tiba ambruk, pasti ada kesalahan dalam pengerjaan proyek,” tegasnya.

    Untuk itu dia mengharapkan agar pihak kompeten dapat mengusut tuntas kasus tersebut, mempelajari dan mencari penyebab atas ambruknya jembatan. “Pihak Perencanaan, pengawas dan penjabat terkait tidak boleh lepas tanggung jawab,” pungkasnya.

    Sampai berita ini ditulis, Tribuananews.com masih melakukan investigasi dan mewawancarai berbagai pihak.(TM/Yopi)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan