masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Binjai - Tidak kunjung selesainya pengerjaan Proyek Gedung DPRD Binjai yang telah menghabiskan anggaran Puluhan Milyar, kini menjadi sorotan dikalangan lapisan masyarakat.
Masyarakat Binjai pun bertanya-tanya ada apa dengan pengerjaan pembangun Gedung DPRD Binjai yang dananya bersumber dari uang rakyat tersebut.
" Kenapa kok lama kali gak siap-siap Kantor DPRD itu, cemananya Pemerintah Binjai ini, masi gitu-gitu aja kalau kulihat, padahal udah berapa lama ini dikerjakan ", kata warga yang didengar langsung oleh awak media ini yang kebetulan sama-sama berada disekitar lokasi pembangunan pada Minggu (29/12).
Memang sebelumnya awak media ini sudah melakukan komfirmasi dengan Dinas PU Binjai, sayangnya Kadis PU Elpi Kristina Sari Ulina Ginting Binjai terkesan enggan beri keterangan terkait tak kunjung selesainya proyek besar ini.
Kadis PU Elpi Binjai malah mengalihkan kepada anggotanya, "langsung aja tanya ke Kabid Cipta Karya Ridho" kata Kadis.
Ridho sendiri saat dikonfirmasi awak media ini optimis proyek ini selesai pada akhir waktu yang sudah ditentukan dan apa bila tidak selesai juga dengan dana sebesar hampir 20 M, maka kami dari pihak Pu akan memberikan Finalti kepada pihak pemenang proyek, ditanya awak media betapa Finaltinya, Ridho menjawab nanti kita hitung dulu, yang pasti berapa sekian persen perhari.
Padli semdiri selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek tersebut saat ditanya awak media ini menjelaskan, proyek ini akan selesai pada Oktober tahun 2019 dan bila tidak selesai juga maka akan di beri adendum selama 60 hari kerja, penambahan waktu kerja diberikan karena adanya reviu desain dan Plank Proyek yang dimulai pada tgl 27 April 2018 dengan masa waktu kerja 540 hari ditambah adanya penambahan waktu 60 hari sampai akhir Desember dan tidak ada penambahan dana jelas Padli, Senin ( 15/7 /2019 ).
Lain hal nya dengan keterangan yang di sampaikan oleh pihak Dewan, seperti keterangan dari Sekretaris Dewan Putri Syawal Sembiring SE, ( Sekwan ) DPRD Binjai saat dikomfir awak media diruangan kerjanya mengatakan sangat kecewa dengan lambanya pembangunan kantor DPRD mengingat di bulan Oktober kita ada melantik anggota Dewan yang baru dan perkirakan di bulan Desember kita sudah menempati Gedung DPRD yang baru.
Kemudian saat disoal anggaran apakah sudah diserahkan kepada pemborong proyek tersebut, Sekwan menjelaskan ada 2 tahapan, tahun ini kita hanya mengeluarkan dana yang tahap satu, karena kan ada tahap dua dan besaran dananya 10 M, dan sisanya pada tahap kedua.
Keterangan Sekwan berbeda dengan keterangan Ketua DPRD Binjai H.Noor Sri Alamsyah atau H.Kires, Saat para Mahasiswa Berdemo di depan Kantor DPRD Jumat ( 27 / 12 /2019 ) Kepada awak media ini H.Kires menjelaskan proyek ini adalah proyek mutiyes yang pengerjaannya dilakukan 2 tahap 2 tahun, dengan nilai tahap pertama 20 M dan tahun kedua kita anggarkan 15M jelas Ketua DPRD Binjai.
Dari sumber yang diberikan baik dari pihak PU Binjai maupun pihak Dewan, baik dari Sekwan maupun Ketua DPRD yang berbeda-beda, proyek Puluhan Milyar ini menjadi misteri, ada apa sebenarnya dibalik pengerjaan proyek yang hingga sekarang tak kunjung terselesaikan.( Raiyan ).


