• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Pasar Ekspor Menjanjikan,Pemkab Purwakarta Mendukung Produktifas Petani Manggis

    admin
    01/12/19, 21:12 WIB Last Updated 2019-12-01T14:12:20Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    TRIBUANANEWS.COM | Purwakarta– Ekspor buah Manggis Wanayasa Purwakarta sangat menjanjikan dan memiliki peluang ekspor yang bagus karena sangat diminati pasar luar negeri. Terbukti, saat ini buah Manggis dari Wanayasa Purwakarta, telah beredar di pasar Asia. Salah satunya, Negara Cina.

    Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Agus Rachlan Suherlan menjelaskan, sejak 2017 lalu pemerintah pusat membuka kran ekspor8 manggis ke sejumlah Negara di Asia.

    “Alhamdulillah, kran ekspor telah dibuka. Sehingga, komoditi unggulan khas Purwakarta saat ini bisa menembus pasar internasional. Ini menjadi angin segar bagi kami,” ujar Agus, akhir pekan kemarin.

    Menurut Agus, pihaknya akan terus mendorong supaya produktivitas perkebunan manggis ini terus meningkat, baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya. Untuk perkuat kualitas sendiri, salah satu upayanya yakni dengan memberikan bimbingan mengenai good agricultural practice (GAP) dan standard operational procedure (SOP) kepada para petani.

    “Dari sisi kuantitas sendiri, kami terus mendorong bagaimana supaya produktivitasnya terus meningkat. Sehingga, kebutuhan domestik maupun ekspor bisa tetap terpenuhi,” jelas dia.

    Dia pun menjelaskan, data yang ada di dinasnya mencatat, luas lahan perkebunan Manggis di Purwakarta mencapai 1.500 hektare. Lahan tersebut, tersebar di empat kecamatan. Yakni, Wanayasa, Kiarapedes, Bojong dan Darangdan.

    Tambah Agus, adapun rata-rata produksi buah manggis saat panen raya sekitar 47 ton per hektare. Hasil panen tersebut, selama ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal, tapi juga hingga mancanegara atau kebutuhan ekspor.

    “Kalau untuk ekspor sih tidak ada batasan (unlimited). Tapi, sejauh ini kami baru mampu mengekspor sekitar 30 ribu ton saja per tahun. Target kami, di musim panen tahun depan bisa ekspor 50 ribu ton,” ujar Agus

    Atas dasar itu pula, kata Agus, pihaknya mengimbau supaya para petani tak menebang pohon manggis yang sudah berusia tua. Karena menurutnya, pohon manggis yang sudah berusia tua ini masuk dalam kategori plasma nutfah yang keberadaannya harus dilestarikan.

    “Pohon manggis yang usianya tua, itu masih produktif. Bahkan, sudah jadi varietas yang tersertifikasi oleh Kementerian Pertanian,” imbuh dia. *( Tedi ronal )
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan