masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM l Mandailing Natal -
Mandailing Natal termasuk salah satu Kabupaten penghasil karet terbesar yang ada di Provinsi Sumatera Utara.
Namun dalam kurun waktu lebih kurang 9 tahun belakangan ini harga karet / getah selalu anjlok, sehingga masyarakat petani karet dan penyadap karet, tak bisa lagi menggantung kan mata pencarian mereka dari hasil untuk menutupi kebutuhan rumah tangga nya.
Sesuai penyampaian salah seorang petani karet kepada Oloan Rangkuti TRIBUANANEWS.COM pada minggu 15 Desember 2019, di desa Lobung Kecamatan Lingga Bayu di daerah tempat penampungan getah setiap minggu nya, " Saya sangat mengharap kan kepada pihak Pemerintah Daerah agar bisa memperhatikan, mendengar, dan milihat jeritan yang kami alami saat ini terkait anjlok nya harga getah / karet yang hampir mencapai 9 tahun belakangan ini, " keluh nya.
Oloan juga menambah kan " harga getah / karet ini sudah tak bisa lagi kita jadikan standar untuk menutupi anggaran rumah tangga /minggu nya, karena harga nya masih bertahan 7000 - 8500 saja, jadi kalau kita lihat dari harga sembakao saat ini sangat jauh di bawah harapan kita, " tambah nya.
Selain itu Bahran daulay yang dapat dihubungi TRIBUANANEWS.COM terkait harga getah / karet dalam minggu ini melalui akun FB nya menyampai kan , harga diremeling dalam angka 17.800 / kg nya.
Dari beberapa sumber lain nya yang dapat dihimpun awak TRIBUANANEWS.COM di lapangan juga sangat mengeluh kan harga komuditi karet / getah hari ini karena cuma bisa mencapai 7000 - 8000 /kg nya, itupun sudah cukup kering ucap Aswin Rangkuti, tetapi masih ada juga yang menjual 5500 / kg.
As Imran Khaitamy yang dapat dihubungi melalui telf selular mengatakan, sangat lah perlu nya pihak pemerintah ikut berperan dalam hal ini, bagai mana langkah dan cara agar pihak petani karet bisa terbantu kembali dalam menggenjot harga komoditi karet terdebut.* (JASUTY)


