• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Mantan Kades Purwasaba Bantah Tudingan Membobol Rekening Panitia Taglogan

    10/12/19, 02:19 WIB Last Updated 2019-12-09T19:19:23Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

    Foto : Mantan Kades Purwasaba

    "Yang jelas kami sudah lewat prosedur yang benar, surat kuasa pengambilan diketahui camat dan Polsek, itu sudah selesai mas, diambil dan dimasukan ke kas Pemdes BKK Pusat,"'tegas Kades.


    TRIBUANANEWS.COM | Banjarnegara - Berawal dari Rabu (29/08/2017) bertempat di Aula Balai Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara terlaksana rapat musyawarah yang saat itu dihadiri oleh Kades, Sekdes, Kadus, Staf Kasi/ Kaur, BPD, LP3M, Ketua RT/RW, Tokoh Masyarakat, serta petani guna membahas September 2017,  menanam padi dengan cara Taglogan dan Palawija (kacang tanah) di lahan Banda Desa dan lahan sawah bengkok Kades dan perangkat Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja Banjarnegara.

    Hasil keputusan rapat tersebut diperoleh putusan dan ditunjuk panitia Taglogan Ketua Yulianto, Sekretaris Sukisman dan Bendahara Begya Priyono.

    Kemudian panitia, melelang tanah bengkok dan banda desa 4 juta perbau (500ubin)1 x musim tanam padi Taglogan dengan harga sew Rp 2,5 juta perbau (500ubin) 1x musim tanam kacang tanah Palawija.

    Foto : Yulianto Gatul

    Panitia mendapatkan 10 persen pendapatan lelang. Luas lahan tanah banda desa dan bengkok Kades dan perangkat desa Purwasaba seluas 23845 ubin (47bau) dengan asumsi uang sewa sebanyak Rp 171.050.000,- .

    Uang hasil lelang Taglogan tersebut kemudian disimpan di rekening 01501005450 a.n Begya Priyono di BKK Unit Mandiraja.

    Pada Agustus 2018 Bendahara panitia lelang berada di Taiwan karena urusan pekerjaan selama 9 bulan dan Yulianto sedang menjalani hukuman terkait adanya dugaan penggelapan memakai uang taglogan sebesar Rp 27.402'000,- akan tetapi kades dapat mencairkan rekening taglogan sebesar Rp 29.999'000,-.

    Menurut Begya Priyono saat ditemui wartawan, pada Senin (09/12) kemarin dirumahnya menjelaskan pada waktu itu memang berada di Taiwan karena urusan kerjaan.

    "Ya waktu itu memang saya berdaya di Taiwan, terkait pencairan itu saya memang waktu itu sudah mengkonsep kuasa kepada kepala desa lewat WA, atas permintaan Hery Puji Hernowo selaku Sekdes, pengambilan uang di rekening,"ujarnya.

    Yulianto Antogatul selepas menjalani hukuman mensinyalir ada permainan kongkalikong Kades dengan orang BKK, dia menjaga tersebut karena ketua panitia lagi di penjara dan bendahara sedang berada d luar negeri.

    "Kenapa bisa dibobol rekening d BKK oleh Kades lewat rekomendasi Sekdes," ungkapnya.

    Menurutnya, kok berani-beraninya BKK mencairkan, sedangkan yang punya rekening bendahara sedang berada d luar negeri dan tidak masuk APBDes.

    Kades Purwasaba saat itu Bondan Aprianto yang per 11 Desember besok tidak menjabat lagi saat di konfirmasi dirumahnya, Senin (09/12), mengatakan, bahwa di katakan membobol rekening panitia Taglogan, Ia merasa sudah sesuai prosedur.

    "Yang jelas kami sudah lewat prosedur yang benar, surat kuasa pengambilan diketahui camat dan Polsek, itu sudah selesai mas, diambil dan dimasukan ke kas Pemdes BKK Pusat,"'tegasnya.

    Uang sebesar itu sudah dimasukan ke kas desa yang penggunaanya sesuai rincian APBDes BB 2018.

    "Kita sudah di periksa Inspektorat, Kejaksaan dan Kepolisian, saya kira selesai dan bersih," pungkasnya.

    Sementara itu mantan Sekdes Purwasaba, Hery Puji Hernowo membenarkan bahwasanya persoalan rekening Taglogan sudah selesai mdan sudah di masukan rekening desa.

    "Sudah selesai mas adanya isu tersebut karena Anto Gatul merasa kecewa setelah dilaporkan penggelapan,"pungkasnya.* (Har)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan