masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Gowa - Jumat (27/12/2019) sore sesudah Sholat Magrib warga Tindang di Desa Tindang Kec. Bontonompo Selatan Kabupaten Gowa di kejutkan dengan ulah seorang warga di area rumah Daeng Tima yang sudah terbiasa kerasukan Roh leluhurnya.
Tetangga rumah Daeng Tima dan beberapa orang warga sekitar sempat heboh melihat sesosok anjing besar lalu sempat di kejar beramai ramai.
Menurut keterangan warga yang sempat ada di lokasi tersebut mengatakan setelah selang beberapa jam seorang warga yang di sebut dari sumber pokok masalah ialah Daeng Tima kerasukan roh mahluk halus dari leluhurnya sambil teriak teriak menyebut nama seorang tetangga rumah sebelahnya yaitu Daeng Nging'a.
Dengan menyebut Nama Daeng Nging'a adalah Jelmaan dari anjing tersebut yang telah di kejar warga tadi, spontan warga kampung Desa Tindang berkumpul dan mencari Daeng Nging'a ke rumahnya karena bersebelahan rumah.
Namun sejumlah warga yang mencari Daeng Nging'a di rumahnya merasa kewalahan dan kesal sempat kandang itik yang jadi sasaran warga dan kelambu tempat tidur Daeng Nging'a di bakar warga karena kesal mencari Daeng nging'a sudah pergi dari rumahnya untuk menghindar dari masalah yang tidak di inginkan.
Namun dengan adanya kejadian ini seorang warga langsung melaporkan ke Kepala Desa Tindang dan Polsek Bontonompo Selatan serta Babinsa dari Koramil Bontonompo Selatan agar segera merapat ke TKP dengan adanya berita ini.
Dan tak ambil langkah panjang Polsek Bontonompo Selatan serta Babinsa Bontonompo Selatan tiba di lokasi dan berhasil mempertemukan kedua belah pihak, baik keluarga yang memberikan sumber cerita (Daeng Tima yang kerasukan roh) dengan Daeng Nging'a, alhasil semua yang di tuduhkan tidak berdasar dan tidak mempunyai bukti fisik yang kuat.
Adapun Polsub Sektor Bontonompo Selatan dan Babinsa Bontonompo Selatan membubarkan warga dan menyampaikan ke warga Desa Tindang untuk tidak terprofokasi sehingga warga Desa Tindang Kec. Bontonompo Selatan agar warga meninggalkan lokasi dan menganggap bahwa saudara Daeng Tima hanya beralasan kerasukan roh, atau cuma pura pura belaka.* (Harun Dg. Nuntung)


