• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Janda Miskin Paya Nadem Butuh Perhatian Pemerintah

    admin
    19/12/19, 11:54 WIB Last Updated 2019-12-19T04:54:26Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    TRIBUANANEWS.COM | ACEH TIMUR  - Janda - janda miskin yang suami meninggal dunia (cerai mati) warga Gampong Paya Nadem kecamatan Madat kabupaten Aceh Timur sangat butuh perhatian pemerintah pusat hingga Pemerintah Daerah (Pemda) untuk dongkrak mata pencaharian demi menghidupi keluarganya.

    Pantauan langsung wartawan TribuanaNesw.com ke Gampong tersebut Kamis (19/12/19).Semua janda - janda miskin warga Gampong Paya Nadem berjumlah kurang lebih 100-an Kepala Keluarga (KK) dari total keseluruhan KK 442 tersebut sebaga Wanita Kepala Keluarga (Wakala) memiliki tanggungan dan beban memelihara anak - anaknya pasca suami meningal duni

    Geuchik (Kepala Desa) Paya Naden kecamatan Madat berhasil dikonfirmasi watawan TribuanaNews.com, Ibrahim Arani mengakui bahwa di Desa yang ia pimpin banyak warga nya berstatus janda, dan rata-rata kehidupan mereka di bawah garis kemiskinan.

    "Bahkan Lembaga Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Provinsi Aceh pernah melakukan program pembinaan tahun 2017-2018, tapi itu hanya terbatas untuk satu kelompok 30 orang. Mereka di bantu pelatihan dan bantuan paket membuat kue seperti gula, tepung, telur ayam, kompor hock dan oven. Sedangkan tahun 2019 tidak ada lagi". Ungkap Geuchik Ibrahim.

    Katanya lagi,“Tapi program tersebut kurang maksimal di samping tidak ada pendampingan lanjutan juga tidak mempunyai modal tambahan untuk menambah peralatan, seperti rak kue, sewa kios/warung, kemasan dan lainnya, sebab mereka benar-benar mampu membuat berbagai macam adonan kue,” papar Geuchik Ibrahim.

    Harapan Geuchik Ibrahim  berharap kepada Pemerintah ada program lanjutannya bukan hanya untuk 30 orang saja tapi kepada seluruh janda miskin yang ada di Desanya.

    “Kondisi mereka sangat prihatin di samping tidak memiliki pekerjaan tetap, hanya sebagai buruh tani itu pun masa turun sawah (musiman, red), bahkan sebagian dari mereka tidak layak lagi untuk bekerja, usia sudah tua, sedang kebutuhan sehari-harinya harus ada, baik untuk makan maupun biaya pendidikan anak-anak nya,” terang Ibrahim.

    Karena kata Ibrahim, untuk dialokasikan dari Dana Desa tidak cukup, disamping jumlah janda miskin cukup banyak, belum lagi kepala rumah tangga lain nya sebagian juga kondisi nya juga sangat miskin.

    “Sedangkan Dana Desa sedang fokus pada program pembangunan infrastruktur termasuk untuk bantuan rehab rumah,” pungkas Ibrahim.(mudin)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan