• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Ida Pandita Dukuh Celagi Dhaksa Dharma Kirti: Bhaerawa Mengajarkan Tujuan Hidup Pada Satu Tujuan

    admin
    29/12/19, 15:15 WIB Last Updated 2019-12-29T08:15:18Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    TRIBUANANEWS.COM | Denpasar Bali-Ajaran Bhaerawa ibarat hutan belantara karena sarat konsep yang ini dan yang itu, yang kosong dan yang penuh, banyak simbol di dalamnya melahirkan banyak istilah yang sering berhimpitan satu sama lain dan tumpang tindih, sehingga membuatnya sulit dipahami bahkan oleh penekun ajaran Bhaerawa apalagi seorang pemula yang akan melaksanakan ajaran Bhaerawa. Hal tersebut diungkapkan Ida Pandita Dukuh Celagi Dhaksa Dharma Kirti saat berbincang - bincang dengan Kepala Perwakilan Wilayah Tribuananews.com Provinsi Bali, Ngakan Putu Gede Udiana saat acara pawintenan Dasa Guna, Ganapati dan Panca Rsi.

    Ida Pandita Dukuh Celagi Dhaksa Dharma Kirti menjelaskan, pemahaman ajaran Bhaerawa yang benar tentu harus dimulai dari pengertian yang benar atas istilah atau konsep ajaran Bhaerawa. "Harapannya ajaran Bhaerawa dapat menjadi jawaban atas berbagai kebuntuan, tentunya dengan jalan cinta kasih," jelas Ida Pandita Dukuh Celagi Dhaksa Dharma Kirti.

    Bhaerawa adalah sebuah kesektarian dari warisan ajaran leluhur, yang melakukan pemujaan secara khusus kepada sepasang Dewa dan Dewi, karena kedudukan Dewa dan Dewi yang dipuja secara khusus diletakan jauh lebih tinggi diatas kedudukan Dewa dan Dewi yang lain. Makna dari kosakata Bhaerawa adalah raksasa, dalam hal ini kata raksasa merupakan bahasa kiasan atau perlambang. "Maksud sebenarnya dari raksasa adalah tata kelola nafsu dan keinginan yang dapat dikontrol, kemudian diubah menjadi kemampuan diluar kewajaran manusia biasa. Nafsu atau keinginan yang berubah menjadi perkasa atau meraksasa inilah yang dimaksud dengan Bhaerawa," tegas Ida Pandita Dukuh Celagi Dhaksa Dharma Kirti.

    Ida Pandita Dukuh Celagi Dhaksa Dharma Kirti memaparkan secara fisik kekuatan pemuja Bhaerawa sangat luar biasa, apalagi secara spiritual saat mereka sedang atau mampu berkolaborasi dengan alam semesta, sebagai Dharma Kesatria yang mengarah pada kedigdayaan dan bela negara, inilah yang menyebabkan para bangsawan dan raja dari kerajaan - kerajaan di nusantara waktu itu banyak menganut Bhaerawa, baik sebagai pamor raja itu sendiri maupun sebagai kekuatan yang melindungi wilayah kerajaan. "Penganut Bhaerawa berani mempertaruhkan segalanya termasuk tulang, darah, daging dan nyawanya demi membela kepentingan ibu pertiwi," jelas Ida Pandita Dukuh Celagi Dhaksa Dharma Kirti.

    "Bhaerawa mengajarkan kepada pemujanya untuk mengarahkan tujuan hidup pada satu tujuan ke-Bhaerawa-an supaya tidak hanya mengikuti dan menuruti keinginan hawa nafsu, tetapi bisa mengendalikannya," kata Ida Pandita Dukuh Celagi Dhaksa Dharma Kirti.

    Bhaerawa adalah ajaran yang sudah dikenal di nusantara sejak lama. Ajaran ini merupakan bagian dari sejarah dan budaya nusantara yang mesti dilestarikan keberadaannya. "Ajaran Bhaerawa ini kerap dikonotasikan negatif karena sarat simbol - simbol yang bisa menimbulkan bermacam - macam persepsi. Jika dipahami dengan benar, ajaran ini mampu meningkatkan kualitas hidup manusia," urai Ida Pandita Dukuh Celagi Dhaksa Dharma Kirti.

    Bhaerawa dan Bhaerawi di dalam diri betsifat Visarga adalah pola terstruktur denyutan yang tiada henti, kalau kita cari di bagian tubuh Visarga berupa dua buah titik pernapasan yang saling beriringan satu diatas dan satu lagi dibawah, titik bagian atas adalah embusan nafas, dan bagian bawah tarikan nafasnya. "Dalam menjalankan ajaran Bhaerawa kita harus mempunyai keyakinan yang benar dan bijaksana, hanya dengan keyakinan yang benar dan bijaksana kita mendapatkan penerangan dan keberhasilan dalam jalan menuju ke-Bhaerawa-an," jelas Ida Pandita Dukuh Celagi Dhaksa Dharma Kirti.

    Ajaran Bhaerawa diumpamakan dengan teratai yang sedemikian terbatas dan hidup diantara kubangan lumpur namun tetap menjadi sedemikian indah dan suci, hingga dipakai sebagai simbol kemurnian oleh penganut ajaran Bhaerawa. Melalui ajaran Bhaerawa manusia yang dikaruniai kelengkapan sedemikian hebat dapat menjadikan kesempatan emas ini untuk menemukan kemurnian diri. "Bhaerawa mengajarkan bahwa bukan berapa kali kita jatuh tersungkur dan gagal yang harus disesali, melainkan seberapa kuat kita bisa menghadapinya hingga kita masih tegar dan teguh melangkah di jalan kehidupan hari ini sehingga patut mensyukurinya, karena kita semua adalah insan yang penuh karunia, semoga ajaran cinta kasih Bhaerawa yang agung ini dapat memberikan penerangan dalam perjalanan kita mengarungi kehidupan di dunia ini Ong Bhaerawa Ya Namah," pungkas  Ida Pandita Dukuh Celagi Dhaksa Dharma Kirti yang akrab dan dekat dengan insan pers ini. (Udiana)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan