masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Kota Sungai Penuh - Menjelang mendapatkan Partai pengusung, banyak hal yang dilakukan oleh calon kandidat, untuk menunjukkan keseriusan ingin maju dikancah bakal calon Wali Kota Sungai Penuh, seperti yang dilakukan oleh H. Zulhelmi, SH, MH dan Timnya.
Berikut hasil wawancara Tribuananews.com melalui sambungan telephone seluler dengan Pemotivator Syamsul Bahri yang dijawab dengan rilisnya melalui WhatsApp, pada Kamis (19/12/2019).
Mencermati silaturrahmi politik Bakal Calon Wali Kota Sungai Penuh H. Zulhelmi dengan tokoh masyarakat 5 luhah Sungai Penuh, masyarakat Dusun Baru yang diikuti oleh tokoh 4 jenis dan dari masing – masing wilayah pada malam tanggal 18 Desember 2019, yang dihadiri oleh 70 tokoh, serta didamping oleh tokoh masyarakat Pondok Tinggi dan Kumun Debai.
Pertemuan dan silaturrahmi dengan tokoh masyarakat 5 luhah Sungai Penuh, masyarakat Dusun Baru ini dilaksanakan merupakan pertemuan tokoh masyarakat yang kedua kali, dimana pertemuan pertama dilakukan dengan tokoh masyarakat Pondok Tinggi dan masyarakat Kumun Debai, dengan kesepakatan sepakat untuk mendukung Zulhelmi untuk maju menuju Walikota Sungai Penuh periode 2020-2025.
Dari kedua pertemuan silaturahmi tersebut Bacawako Kota Sungai Penuh H. Zulhelmi, menyampaikan keinginan dan niat yang serius untuk maju sebagai kompetitor dalam Pemilihan Walikota Sungai Penuh tahun 2020, secara serius dan segala sesuatu telah dipersiapkan dengan matang baik mental maupun financial.
Dan saat ini sebagai Balon telah mendaftar secara prosedural ke 9 Partai Politik yang telah membuka penjaringan secara formal di Kota Sungai Penuh, dan telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk dengan elite partai yang ada di Kota Sungai Penuh dan Provinsi Jambi. Dan sampai ke DPP di Jakarta.
Zulhelmi sangat menyadari bahwa sebagai bagian dari Pemerintahan AJB+Zulhelmi hasil Pilwako tahun 2015, sebagai Wakil Walikota Sungai Penuh, sampai saat ini sesuai regulasi dan kebijakan Walikota Sungai Penuh, Wakil Walikota memang tidak diperankan dalam kebijakan yang bersifat startegis, terkait dengan anggaran dan kebijakan menyangkut startegis lainnnya, seperti penempatan dan pengangkatan pejabat dan PNS. Sehingga kami selaku Wakil Walikota tidak bisa berbuat untuk melakukan apa yang menjadi aspirasi masyarakat.
Dengan kondisi ini, Zulhelmi punya niat dan berkeinginan agar Kota Sungai Penuh ini lebih baik lagi terkait dengan pembangunan dan peningkatan ekonomi masyarakat serta penguatan Sumber Daya Manusia yang handal yaitu melalui maju menuju Walikota Sungai Penuh periode 2020-2025.
Salah satu pertimbangan keseriusan Zulhelmi untuk maju adalah hasil Analisa Pemilihan Walikota Sungai Penuh tahun 2015, dimana pasangan AJB dan Zulhelmi dengan hasil akhir kemenangan 22.572 suara (45,30%) hampir 56% kontribusi dari suara berasal dari basis Zulhelmi.
Sedangkan pasangan Herman Muchtar dan Nuzran Joher dengan hasil suara 16.269 (32,02%) kontribusi suara dari Basis Herman Muchtar mencapai 53%, begitu juga pasangan pasangan Fery Satra dan Buzarman dengan perolehan suara 11.421 (22,54%) kontribusi suara dari Fery satria hampir 43%.
Dari analisa tersebut beberapa kesimpulan antara lain suara tengah kita terpecah menjadi 3 kelompok sesuai basis Cawako dan Bacawako, dan kemenangan pasangan AJB+Zulhelmi merupakan kontribusi besar dari basis Zulhelmi Johar hamper 60%.
Pada Pilwako tahun 2015, bahwa dari Wilayah tengah terdapat 2 pasangan sebagai Calon Walikota, dan 1 pasangan maju sebagai Wakil Walikota, yang berartinya ada perpecahan suara yang sangat signifikan untuk wilayah Kecamatan Sungai Penuh, Sungai Bungkal, Pondok Tinggi dan Kumun Debai.
Maka dari analisa tersebut terlepas adanya “invisible hand game” ikut atau tidak bermain dalam perolehan suara tersebut, dasar analisa tersebut Zulhelmi menyampaikan ingin menyatukan 4 wilayah tersebut melalui 1 calon Walikota yang disepakati oleh 4 wilayah tersebut dan upaya tersebut saat ini sudah tercermin dan dikenal dengan fenomena 212, yang diartikan 2 Bacawako dari wilayah Mudik, 1 Bacawako wilayah tengah dan 2 Bacawako dari wilayah hilir dan pinggir.
Sehingga silaturahmi politik ini sangat penting untuk menyatukan 4 wilayah tersebut melalui penyampaian maksud dan tujuan maju untuk berkompetsi menjadi Walikota Sungai Penuh tahun 2020-2025, secara formal kepada tokoh masyarakat dan memohon dukungan semua pihak di 4 Wilayah tersebut, disamping ingin memperbaiki dan membangun Kota Sungai Penuh, yaitu “MEMBANGKOIK BATON TARANDA” (Membakit Batang Terendam - red), terutama terkait dengan pembangunan infrastruktur dan penguatan Sumber Daya Manusia Kota Sungai, yang terkesan kurang terurus.
Pada pertemuan tersebut dihadiri 70 orang peserta, disamping didampingi oleh tokoh Pondok Tinggi dan Kumun Debai, terlihat hadir antara lain tokoh 5 luhah Sungai Penuh adalah Depati Hamdan Manan bersama Depati Ninik mamak dan kaum 4 jenis lainnya dan tokoh masyarakat Dusun Baru seperti ketua Lembaga Adat Dusun Baru Dpt H. Haidir yang didamping Depati Ninik mamak dan kaum 4 jenis.
Beberapa tanggapan dari tokoh masyarakat yang sepakat untuk mendukung Zulhelmi untuk maju menuju Walikota Sungai Penuh, adalah tanggapan yang disampaikan oleh (1) Depati Abdul Manan perwakilan dari Wilayah 5 Luhan Sungai Penuh; (2) Dpt H. Haidir Ketua Lembaga Adat Dusun Baru, (3) Depati Syafi’I Rahman dan (4) Dpt Fahdi Edward perwakilan Tokoh masyarakat Wilayah Depati Payung Pondok Tinggi, yang sesungguhnya sepakat untuk sangat sepakat mendukung hanya 1 (satu) calon Walikota dari wilayah 3 dusun dan Kumun Debai, yaitu H. Zulhelmi, SH, MM beserta pasangannya untuk menuju Walikota Sungai Penuh Periode 2020-2025.
Dan sepakat untuk kompak dalam bertindak, satu langkah dan satu perjuangan untuk memenangkan Zulhelmi sebagai Walikota Sungai Penuh untuk Periode 2020-2025.* (Toni Efrial)
Sumber : Pemotivator, Syamsul Bahri

