masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Namlea - Anggota DPRD Provinsi Maluku Daerah Pemilihan Buru dan Buru Selatan " Gadis Siti Nadia Umasugi" yang merupakan Anggota DPRD Komisi IV dari Fraksi Golkar ini telah melaksanakan Reses Perdananya di Kabupaten Buru di empat Desa (Kamis,26/12/2019)
Empat Desa yang dipilih untuk menjaring aspirasi itu adalah Desa Dafa,Desa Namsina (Dusun Waelesi),Desa Air Buaya,dan Desa Jiku Besar. Gadis Siti Nadia Umasugi yang biasa di sapa GSNU itu memilih Dusun Wailesi Desa Namsina sebagai reses perdana di Kecamatan Waplau.
GSNU yang di dampingi camat waplau Halid Tasalisa.SH dan juga Kapolsek waplau Ipda Bahctiar beserta rombongan disambut meriah dengan tarian adat khas Pulau Buru yaitu cakalele dan manari.
Acara reses yang dihadiri oleh Tokoh Adat,Tokoh Agama,Tokoh Pemuda,dan Tokoh Perempuan serta ratusan Masyarakat Desa Namsina yang berada di Dusun Wailesi ini berlansung aman dan kondusif.
Dalam sambutan yang mengawali acara reses tersebut GSNU menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh Masyarak Dusun Wailesi atas antusias mereka untuk menghadiri acara reses tersebut,namun tak lupa pula GSNU mengucapkan terima kasoh kepada seluruh pihak yang telah membantu sehingga acara reses dapat terselenggarakan dengan baik dan meriah.
Usai temu wicara dan tatap muka dengan warga Dusun Wailesi didepan wartawan Tribuananews.com anggota DPRD Provins Maluku Gadis Siti Nadia Umasugi Fraksi Golkar ini mengatakan bahwa, "reses yang dilakukan ini dalam rangka ingin mengetahui persoalan-persoalan yang ada ditengah-tengah masyarakat,dan ini menjadi suatu keharusan kita dalam menjaring aspirasi rakyat yang nanti persoalan-persoalan dan usulan-usulan yang disampaikan masyarakat akan ditampung dan dibahas di DPRD serta mencari solusi yang baik demi kepentingan Masyarakat".
Acara reses Anggota DPRD Provinsi itu dipandu lansung oleh Camat Waplau Halid Tasalisa.SH sebagai MC, dari hasil reses tersebut terdapat beberapa usulan dari masyarakat yang disampaikan lansung oleh perwakilan masyarakat Dusun Wailesi melalui salah satu mahasiswa Universitas Patimura Ambon yakni Sadrak Tasidjawa.
Dalam penyampaiannya Sadrak mngusulkan lima point penting demi kemajuan Dusun Wailesi,diantaranya:
1. Perbaikan Infrastriktur Jalan antar Desa Persiapan Miskoko dengan Dusun Wailesi.
2. Perbaikan mutu pendidikan melalui pengadaan guru-guru yang profesional.
3. Pelayanan kesehatan yang baik dan maksimal.
4. Pemekaran Dusun Wailesi dari Dusun menjadi Desa
5. Beasiswa dari Daerah kepada mahasiswa wailesi yang sedang mengambil studi di Universitas Patimaura Ambon.
Sadrak menambahkan kemajuan suatu Daerah dilihat dari mutu pendidikan dan kesehatan yang ada di Daerah tersebut,ia juga menyinggung terkait dengan proses belajar mengajar yang terjadi di Dusunnya,sadrak mengatakan " Perlu Ibu Dewan ketahui bahwa kehadiran guru-guru disini bukan untuk kemajuan tetapi pembodohan yang dilakukan kepada adik-adik kami,karena proses belajar mengajar dimulai pukul 09.00 - 11.00 Wit artinya Sekolah hanya aktif 3 jam dan proses belajar mengajarpun tidak sampai 3 jam dan ini benar-benar melanggar aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah".
Selain usulan kepada Anggota DPRD Provinsi Gadis Siti Nadia Umasugi (GSNU), sadrak juga mengusulkan dan menekan kepada GSNU dan Camat Waplau dalam hal ini Halid Tasalisa.SH bahwa " Pak Camat dan juga ibu Dewan tolong sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Buru agar bisa melihat guru-guru yang mau dan benar-benar ingin bertugas di Dusun kami,kami berharap untuk guru-gurunya dan Kepsek agar segera diganti" tandas Sadrak.
Menyimak dari beberapa persoalan yang terjadi dan usulan-usulan yang dikemukan maka GSNU menanggapi dengan positif bahwa " Saya sebagai wakil rakyat yang dipilih oleh rakyat akan berusaha semaksimal munkin untuk memperjuankan aspirasi-aspirasi basudara sekalian,saya juga akan menyampaikan kepada pemerintah Daerah Kabupaten Buru yang tentunya Bupati Buru untuk segera menindak lanjuti persoalan pendidikan di Dusun Wailesi,serta saya akan membahas persolan pemekaran Dusun Wailesi menjadi Desa". Namun GSNU juga mengharapkan seluruh masyarakat untuk tetap bersabar dalam memperjuangkan aspirasi, karena menurutnya kita hanya bisa berusaha namun harus juga disesuaikan dengan aturan yang berlaku dan harus sesuai mekanisme.
Kepala Desa Namsina Muhamat Yasin Laitupa mengatakan bahwa "kami merasa dan masyarakat Dusun Wailesi Desa Namsina Merasa senang bahwa ada anggota DPRD Provinsi yang mau berkunjung ke Dusun kami,karena setau saya selama ini belum pernah ada Anggota DPRD Provinsi datang dan melihat serta mendengar keluh kesah masyarakat kami yang ada di pegunungan ini. Laitupa mengharapkan bahwa semoga reses Anggota DPRD Provinsi Maluku Gadis Siti Nadia Umasugi (GSNU) akan membawa dampak positif dan kemajuan bagi masyarakatnya yang berada di Dusun Wailesi Desa Namsina Kecamatan Waplauk Kabupaten Buru. (M.Taeb.U)


