masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Bandar Lampung - Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry , Ira Puspadewi hari ini , Jumat ( 27/12/2019) berkunjung ke Terminal Pelabuhan Reguler Bakauheni Lampung, guna memastikan pelayanan penumpang berjalan dengan baik dan efesien. Mengingat momentum saat ini adalah Liburan Natal 2019 dan menyambut tahun barru 2020.
"Puncak tertinggi itu adalah dari Sumatera ke Jawa dibandingkan sebaliknya, nah untuk tahun ini hingga kemarin setelah lewat menjelang Natal nya kita melihat ada peningkatan dibandingkan tahun lalu dari Pulau Jawa ke Sumatera kenaikannya sekitar 10% kalau dari Sumatera ke Jawa naik nya sekitar 19% jadi, Kata Ira Puspadewi di sela - sela kunjungan kerjanya di Pelabuhan Bakauheni.
Direktur Utama PT. ASDP Indonesia Ferry, menyatakan rata-rata perjalanan dari palembang 3 ,5 jam sampai 4 jam , padahal dulu sebelum ada jalan tol bisa 10 -12 jam, saya kira itu sesuatu fenomena yang positif di mana mobilitas orang menjadi jauh lebih mudah , dan pengguna jasa yang kami ajak ngobrol gitu di kapal sekarang ini liburan weekend aja kalau orang Lampung dengan keluarga udah hampir sebagian besar nya akan membeli dengan kapal daripada dengan pesawat, soal waktunya pun bisa sama saja atau bahkan lebih singkat dengan harga yang jauh lebih murah, terus kalau sama keluarga kan ada pengalaman yang menyenangkan gitu ya di perjalanan bahkan orang Palembang pun Kalau kami ngobrol dengan para pengguna jasa sudah mulai seperti itu terutama untuk perjalanan dengan keluarga dan perjalanan bisnis misalnya bapaknya Atau ibunya satu orang saja ke Jakarta.
Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi mengatakan, saat ini pihaknya tengah menggodok skema tiket online dan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan terkait implementasinya. Dan terkait Kartu Uang Elektronik selain kerjasama dengan Bank - Bank BUMN, ASDP akan membuka Skema kerjasama dengan pihak atau bank swasta lainnya.
"Mulai di persiapkan segala sesuatunya , kita ada konsultan yang ahli trafik manajemen, mungkin Februari akan mulai sosialisasi dan on-nya Lebaran tahun depan," kata Ira di Pelabuhan Bakauheni (27/12/2019).
Ira mengatakan, sistem penjualan tiket online tersebut diharapkan bisa menjadi solusi sering terjadinya penumpukan penumpang terutama saat hari libur atau musim mudik.
Ketika sudah online, kata dia, calon penumpang nantinya bisa datang ke pelabuhan sesuai jam keberangkatan yang tertera di dalam tiket yang sudah dibeli online.
"Nanti tiket akan dialokasikan berdasarkan waktu, walaupun belum dapat kepastian kapal apa, tapi sudah ada bayangan jam berapa masuk pelabuhan," Ujarnya.
Setelah penjualan online resmi diterapkan, nantinya tidak akan ada penjualan tiket langsung di pelabuhan, seperti halnya di bandara.Untuk penjualan tiket online kapal Ferry, kata Ira, saat ini baru bisa dilakukan di website ASDP Ferry saja.
Salah satu hal yang perlu digarap serius soal pemberlakuan tiket online ini, menurut Ira adalah penyesuaian antara ketersediaan kapal dan calon penumpang. Saat ini, terdapat 34 kapal yang beroperasi di Merak dan kerap terjadi penumpukan penumpang di jam-jam tertentu.
"Sekarang yang terjadi beberapa jam saja membeludak kita ingin distribusi dalam 24 jam itu rata, kita harapkan dengan sistem online terkelola dengan baik. Itu hal yang akan kita godok, intinya untuk kebaikan pengguna jasa, di mana ketertiban dan kelancarannya jauh lebih terjamin kalau online," pungkasnya.( lukman)


