• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Bocah penderita Syaraf Kejepit Asal Gampong Lhok Merbo Butuh Bantuan dan Perhatian Dari Pemerintah

    admin
    19/12/19, 15:22 WIB Last Updated 2019-12-19T08:22:58Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    TRIBUANANEWS.COM |ACEH UTARA - Seorang Bocah perempuan penderita sakit syaraf kejepit bernama Nuri Santya (5) asal Gampong Lhok Merbo kecamatan Jambo Aye kabupaten  Aceh Utara butuh uluran tangan pemerintah terhadap proses penyembuhannya.

    Pantauan wartawan media TribuanaNews.com Kamis (19/12/19) dikediamannya, kondisi Nuri saat ini sangat memprihatinkan, tidak bisa berbicara dan susah untuk berdiri seperti biasanya.

    Mayeddin (47) ayah Nuri kepada wartawan media ini menceritakan kronologis kejadian pertama anaknya menderita sakit penyempitan saraf, Nuri pernah mengalami kecelakaan/ tabrakan sepeda motor setahun lalu, Mayeddin baru mengetahui kalau anaknya menderita sakit tersebut akibat jatuh dari sepeda motor. Itupun dari hasil pemeriksaan pihak medis". Ungkapnya.

    "Saat kami kecelakaan dulu Nuri tidak mengalami luka apapun, kondisinya baik - baik saja, setelah setahun mulai terjadi seperti ini, mungkin akibat benturan di aspal ketika kejadian saat itu". Jelas Mayeddin.

    Maiyeddin menambahkan, pihak keluarganya sudah berusaha membantu seadanya untuk kebutuhan biaya berobat Nuri Santya kemana mana,tapi belum ada kemajuan kearah kesembuhan sakitnya. 
    "Saya saat ini hanya pasrah melihat kondisi anak saya (Nuri Santya) tergeletak dirumah".keluh ayah Nuri.

    "Saya bekerja sebagai pemulung barang bekas, pendapatan saya tidak seberapa disamping biayai kebutuhan hidup keluarga sehari - hari,  setiap hari saya juga membiayai berobat anak saya ketempat terapi saraf. Bahkan ke rumah sakit sudah pernah saya bawa menggunakan BPJS, karna keterbatasan dana makan minum kami, tepaksa harus kami bawa pulang memilih berobat jalan demi kesembuhan putri kami ini". Papar Mayeddin sedih.

    Harapan keluarga Nuri Santya khususnya, Dinas terkait menaruh perhatian dalam bentuk apapun guna keberlangsungan proses berobat  ke spesialis penyakit syaraf di Provinsi Aceh, karna mengingat dirinya sebagai pemulung barang barang bekas tidak mampu membiayai pengobatan anaknya, sedangkan istrinya juga seorang cacat fisik dan tidak bisa bekerja. (Mudin).
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan