masukkan iklan disini
TRIBUANANESW.COM | Aceh Timur - Tim Barisan Muda Ummat (BMU) mulai memasang pancangan denah untuk pembangunan rumah janda miskin di Dusun Siren Desa Meunasah Asan, Kec Madat Aceh Timur, Selasa (11/12/2019),
Hanifah (40) janda miskin sangat senang dan terharu saat menerima kedatangan Tim Barisan Muda Ummat (BMU) untuk membangun rumahnya.
Kedatangan Tim BMU yang di dampingi oleh Ketua Lembaga Acheh Future Razali Yusuf dan Ketua BMU Kecamatan Madat Tgk Mahmudin sejumlah awak media elekronik maupun media online di Dusun Teupin Siren, Desa Meunasah Asan, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (11/12), untuk memulai pembangunan rumah setelah terkumpul donasi yang di buka sejak tanggal 22/11 oleh Imam Besar BMU Tgk H. Muhammad Yusuf atau lebih akrab di kenal Tu Sop Jeunieb yang di tutup pada tanggal 5 Desember 2012.
Adapun jumlah dana donasi yang terkumpul sebanyak Rp 38,550,254,- dari 328 donatur melebihi dari target anggaran bantuan yang telah di hitung tim teknis BMU untuk pembangunan rumah semi permanen tipe 36 sebesar Rp 33,762,000,-.
Ketua BMU Aceh Timur Tgk Andi dan jugak damping langsung oleh ketua BMU Kecamatan Madat Tgk Mahmudin mengatakan, kedatangan kami hari ini mengantarkan bahan material dan pemasangan patok/pancangan denah rumah yang akan dibangun pada hari Kamis besok.
“Seharusnya rumah ini sudah mulai di kerjakan, tapi terkendala dengan cuaca, hujan, target kita tanggal 30/12 rumah ini sudah selesai di kerjakan, agar ibu Hanifah segera menempatinya, karna rumah yang ia huni selama ini sudah terancam roboh,” kata Tgk Mahmudin
Atas nama BMU, Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua hamba Allah yang telah menyisihkan dana untuk membantu pembangunan rumah ini, termasuk kepada Tim Lembaga Acheh Future dan rekan media yang terus membantu menyukseskan program peduli rakyat miskin.
Sementara penerima bantuan rumah Hanifah juga mengucapkan terimakasih kepada BMU dan para donatur yang telah membantu membangun rumah untuk keluarganya.
“Kami sangat bersyukur atas kepedulian semua pihak terhadap nasib kami, mengingat keadaan rumah kami yang tidak layak huni, apalagi masa depan anak-anak kami, semoga Allah membalas kebaikannya,” ujarnya dengan linangan air mata.* (Mudin/Mdn)

