• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Bangunan Drainace Di Ranto Baek Roboh Akibat Bencana Alam

    admin
    05/12/19, 07:45 WIB Last Updated 2019-12-05T00:45:40Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
     
    TRIBUANANEWS.COM l Mandailing Natal (MADINA) -
    Dengan roboh nya bangunan Drainace yang bersumber dari Dana Desa DD TA 2019 di Desa Simpang Talap Kecamatan Ranto Baek  muncul sejumlah isu bahwa bangunan Drainace tersebut tidak memiliki sejumlah titik tak pondasi. 
     
    Setelah meninjau lokasi pembangunan paret yang roboh tersebut, kejadian ini di duga akibat kurang nya perencanaan yang matang dan peninjauan langsung ke lapangan atau titik proyek bagai mana situasi dan status tanah yang mau dibangun oleh pihak konsultan bangunan Drainace tersebut.

     TRIBUANANEWS. COM dan Reporter TVRI langsung lanjut ke rumah Kepala desa namun sayang nya Kades tak berada di tempat, karena Kepala Desa tidak berada ditempat dilanjutkan ke rumah BPD desa Simpang Talap namun BPD juga lagi keluar.

    Pada sore hari nya awak TRIBUANANEWS.COM berhasil menjumpai Hamdan Kepala desa Simpang Talap dan melakukan Konfirmasi terkait dengan roboh nya bangunan paret tersebut. 

    Ketika ditanya dan dilakukan konfirmasi dengan Hamdan sebagai  Kepala desa Simpang Talap terkait roboh nya bangunan drainace paret tersebut Hamdan menjelas kan," Bangunan drainace paret yang roboh dibangun berdasar kan anggaran Dana Desa DD T. A 2019 dengan panjang 170 Meter dengan jumlah dana RP. 240.116.000, yang dibangun dan direncana kan maudijadi kan kolam ikan dan ada juga rencana nanti nya untuk dijadikan BUMDES kalau ada kesepakatan dengan masyarakat", pungkas Hamdan.

    Selain itu Hamdan juga menjelas kan pada saat ditanya seputar roboh nya Drainace tersebut dan dengan muncul nya sejumlah isu yang beredar di luaran bahwa bangunan Drainace tersebut tidak memiliki sejumlah titik pondasi,  " terkait masalah pondasi bisa di cek langsung di lapangan dan tidak ada yang kita tutup tutupi dan terkait masalah roboh nya drainace tersebut itu sudah menjadi resiko, kalau sudah faktor alam yang berkehendak kita tak bisa apa - apa dan menanggapi beredar nya sejumlah isu itu sudah pasti hal itu akan dinilai négatif apa lagi kan kepala desa itu sebagai pemegang  anggaran sebaik mana pun kita buat, tambah Hamdan. 

    Dengan kejadian ini diharap kan kepada semua pihak agar tetap selalu meningkat kan pengawasan terkait dengan tatacara dan pengelolaan DD tersebut, bagai mana penggunaan anggaran dapat bermanpaat dan tepat guna bagi seluruh masyarakat . (JASUTY)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan