masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Namlea Kabupaten Buru - Warga Dusun Wailesi Desa Namsina Kecamatan Waplau Kabupaten Buru digigit anjing hingga berdarah saat ia sedang bermain di dalam rumah.Natalia Tasidjawa ( 3 ) yang di ketahui adalah anak dari pasangan Yakonias Tasidjawa (31) dan Susan Hukunala (30) adalah anak yang saat itu sedang bermain tiba-tiba didatangi seekor anjing dan lansung menggigitnya. (Sabtu,21/12/19)
Natalia Tasidjawa adalah usia tiga (3) tahun yang merupakan korban gigitan anjing di Dusun Wailesi Desa Namsina Kecamatan Waplau Kabupaten Buru. Menurut keterangan yang didapat dari ibu kandung Natalia yang bernama Susana Hukunala (30) saat di wawancarai,Susana mengatakan bahwa "Waktu anjing itu datang gigit dia beta seng tau, beta ada dibalakang di dapor pas beta dengar suara manangis lalu beta kaluar lia lai padahal beta pung anak su ponoh deng darah dapa gigit dari anjing,beta kira dia jato atau apa karna yang beta tau dia ada barmaeng deng dia pung tamang".
Sekilas keterangan yang didapat dari Susana ibu dari Natalia yang sudah menjelaskan bahwa anaknya digigit anjing ia dalam keadan tidak tahu,karena disaat itu ia sedang di dapur dan anaknya Natalia sedang bermain bersama temannya.
Natalia dibawa dari Wailesi menuju Puskesmas Waplau dan lansung ditangani oleh petugas kesehatan Puskesmas Waplau. Seorang Dokter Puskesmas Waplau dr.Sally Hukom saat ditanya di ruang UGD Puskemas menerankan bahwa penanganan pasien gigitan anjing ini harus ditangani secara cepat,karena yang di khawatirkan adalah virus rabies. dr. Sally mengatakan Rabies atau yang dikenal juga dengan istilah “anjing gila” adalah infeksi virus pada otak dan sistem saraf. Penyakit ini tergolong sangat berbahaya karena berpotensi besar menyebabkan kematian. Dan virus penyebab rabies ditularkan oleh anjing melalui gigitan, cakaran, atau air liur. Ada terdapat cakaran pada dahi yang menyebapkan luka robek dan terdapat gigitan anjing pada hidung dan pipi hingga luka, olehnya itu kami akan menangani semaksimal munkin hanya kendala kami adalah tidak adanya vaksin anti rabies,karena yang kita takutkan adalah virus rabiesnya.
Untuk mengetahui apakah anjing tersebut ada virus rabies atau tidak, pihak Puskesmas Waplau dalam hal ini dr.Sally meminta kepada keluarga untuk tidak membunuh anjing tersebut guna pemantauan beberapa hari kedepan aktivitas anjing tersebut. Pihak puskesmas langsung berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten dan provinsi guna mendapatkan vaksin anti rabies yang sudah dikirim sebentar malam dengan Kapal Feri dan diusahakan besok anak natalia sudah mendapatkan vaksin anti rabies.
dr. Sally menambahkan kedepan pihak Puskesmas Waplau harus berusaha untuk menyiapkan vaksin rabies karena ditakutkan ada lagi kasus-kasus seperti ini dikemudian hari,bukan vaksin rabies saja tapi semua vaksin yang memang dibutuhkan Masyarakat harus disiapkan. ( TU )


