masukkan iklan disini
Muara Teweh, Nayu Ngenuh Atau Tuha Tatau sepertinya tidak asing lagi di dengar oleh suku dayak tepian sungai barito terutama dlm wilayah kecamatan Gunung Timang, kabupaten barito utara di Kalimantan tengah, menurut cerita Nayu Ngenuh adalah orang tua dulu yg memiliki kesaktian yg luar biasa dalam melindungi rakyatnya namun nama aslinya tidak boleh di sebutkan diluar upacara.
Tokoh tetua Keturunanya yg masih hidup menceritakan bahwa diketahui bahwa salah satu diantaranya yg mengusai pantai barito jaman dulu adalah Nayu Ngenuh, Tiong Gomba dan Pangkalima Batur.
Setelah beberapa tahun wafat kerna kesaktianya beliau diangkat menjadi Nayu" yg di percayai dapat menjadi tempat berhajat yg juga disertai dengan do'a untuk memohon rejeki, jabatan dll agar terkabulkan bahkan memohon keselamatan atau selayak tempat Berhajat, sebagaimana hari ini penelusuran wartawan wartarepublik.net secara kebetulan menyaksikan ada dua warga palangkaraya dan juga dari desa marawan yg sedang membayar hajatnya dengan di pandu oleh juru kunci khusus setempat
10/11/2019 sekiranya Pukul 13.30.Wib. s/d pukul 16. 00. Wib, warga masyarakat berkumpul musyawarah mupakat dalam rencana pemindahan Nayu Ngenuh ke rumahnya yg baru selesai dibangun dengan cara goyong-royong dan dengan dana suadaya yg sebagianya ada juga sumbangan dari Bpk. Bupati (Nadalyah) tahun 2018 juga dari Bpk. Emil selaku Gerdayak Provinsi Kalimantan Tengah melalui Drs. Saprudin S Tingan dan Bpk Yusia S tingan" ungkap Saprudin yg hari-harinya di sapa Kotin.
Pada musyawarah mupakat tersebut juga di hadiri oleh unsur pemerintah desa dari Rt hingga kepala desa setempat juga kepala desa malungai, bahkan juga di hadiri Demang Kepala Adat Teweh Tengah Yulia Mensen, kerna beliau adalah salah satunya keturunan dari Nayu Ngenuh termasuk saya adalah salah satu orang yg paling sering berhajat kesitu "kata Yulia Mensen, hingga ketiga orang anaknya sukses dari sekolah hingga sekarang sudah semua mendapatkan pekerjaan.
Keputusan musyawarah mupakat bahwa acara pemindahan Nayu Ngenuh di putuskan melalui panitia akan di laksanakan upacara (Bokas) sejak tanggal 17 s/d 24 Nopember 2019 melalui Yulia Mensen dan Drs. Saprudin S Tingan mewakili warga berharap semoga ada bantuan dari pihak ketiga atau pihak Pemda setempat, mengingat keterbatasan dana dari pemerintah desa katapang yg ada pada penitia pelaksana hanya sebesar Rp. 12.200.- mereka juga berharap Bpk. Bupati Barito-Utara dapat hadir pada acara tersebut, kerna suksesnya pembuatan rumah baru atau Rumah Budaya Bersejarah Nayu Ngenuh juga sebagian adalah bentuk dari perjuangan saat Bpk Nadalsyah menjabat periode pertama. (Rob/Tim)





