masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Belitung Timur - Bupati Belitung Timur Yuslih Ihza mengatakan bahwa ada 3 hal yang disampaikan kepada kementerian perdagangan Republik Indonesia, yaitu masalaah Komoditi Perkebunan, masalah sarana penunjang perdagangan yaitu pelabuhan, dan yang ketiga terkait selaku owner Galangan kapal manggar.
Hal tersebut disampaikan Bupati Yuslih dihadapan
Dirjen Perdagangan dalam negeri Suharno, Direktur Sarana Distribusi dan Logistik Sihar H Pohan, Direktur Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Ketut, Kepala Subdit Pengembangan Sarana Distribusi Immanuel, diruang rapat Dirjen Kementerian Perdangan beberapa hari yang lalu.
Pertama masalah komoditi perdagangan terutama komoditi perkebunan karet dan lada yang selalu harganya turun naik, dan masalah rezi gudang untuk lada sebagai solusi pertahankan harga
Bupati yuslih berharap dapat membuat harga karet dan lada lebih terkendali. Pasalnya, saat ini, harga lada dibeltim di tingkat petani dengan harga lada di tingkat penjual memiliki perbedaan harga yang terjadi turun naik
Yang kedua disampaikan masalah sarana dan prasarana penunjang perdagangan yaitu pelabuhan, dimana pelabuhan merupakan urat nadi perkembangan ekonomi rakyat, bahwa pengembangan pelabuhan adalah kewenangan pada kementerian perhubungan,
" untuk itu, memudahkan koordinasi dengan menteri perhubungan terhadap pengembangan pelabuhan di wilayah Beltim sebagai sarana penunjang perdagangan, lanjutnya disampaikan realisasi pada Pelabuhan Dendang, " ungkap Yuslih
Yuslih juga menambahkan terkait masalah galangan kapal Manggar, juga disampaikan bahwa beliau ( Agus Suparmanto red) sebagai owner dari PT. GMB Manggar Beltim untuk dapat dibenahi, karna agus suparmanto dapat berkordinasi dengan menteri perhubungan,," jelasnya.*(Pitoy Suhartono)


