masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM |Tuban-Menteri Perhubungan RI,Ir.Budi Karya Sumadi didampingi Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati meninjau Kilang Pertamina Grass Root Refinery ( GRR ) dituban,Jawa Timur sabtu 30/11.
Proyek Kilang Tuban atau Proyek GRR adalah Proyek Kerja sama antara Pertamina dengan perusahan minyak Rusia, Rosneft Oil Company melalaui melalui pembentukan perusahan joint ventura bernama PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia(PT PRP&P).
"Dengan kepemilikan Saham Pertamina 55 persen sedangkan Rosneft 45 persen" jelas Nicke Widyawati di lokasi.
"Nanti kapasitas produksi dan pengolahan kilang minyak mencapai 300 kbpd, produksi gasoline 14 ribu ton liter perhari dengan total produksi petrokimia 4.250 ktpa," kata Nicke.
Dia menambahkan Pembangunan GRR Tuban merupakan penugasan pemerintah berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 807K/12/ MEM/ 2016 tertanggal 3 Maret 2016 dan Perpres Nomor 56 Tahun 2018. "Milestone Pembangunan kilang dimulai Frame work agreement tanggal 26 Mei 2016 dan diharapkan selesai 2026," bebernya.
Menurut Dirut Pertamina pembangunan Kilang Tuban telah memasuki early work yaitu pembersihan lahan yang akan digunakan untuk tapak produksi dan Keperluan sarana dan prasarana pendukung dengan luasan lahan 328 hektar serta pemulihan lahan abrasi (restorasi pantai laut) seluas 20 ha.
Kilang Tuban akan memberikan tambahan pasokan untuk kebutuhan BBM, LPG dan Petrokimia berklualitas untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dengan kehadiran Kilang Tuban Kebutuhan akan BBM ini dapat dipenuhi dari Kilang dan tidak perlu impor.
Direktur Utama PT Pertamina(Persero)
Juga menegaskan bahwa pada pembangunan kilang juga akan menyerap 35 persen tingkat komponen dalam negeri(TKDN), dengan asumsi penyerapan tenaga kerja sebanyak 20.000 orang saat pengerjaan proyek dan 2.500 orang saat beroperasi.
Kilang Tuban merupakan salah satu Kilang tercanggih didunia yang memiliki kualitas hasil produksi standar terbaik di dunia yakni Euro5 " Seluruh BBM yang diproduksi di Kilang Tuban terbaik yakni Euro5 yang ramah lingkungan," imbuh Nicke.
Untuk Membangun mega proyek ini Pertamina menginvetasikan sekitar USD 15-16 miliar yang diperkirakan akan Selesai pada tahun 2026 mendatang.
Sementara, Menteri Perhubungan,Ir.Budi Karya Sumadi mengaku senang saat meninjau lokasi Proyek pembangunan Kilang Tuban tersebut. Dia Menegaskan proyek yang dibangun itu merupakan salah satu concern utama dari Pemerintah.
"Saya luar biasa senang disini, progres mega proyek yang akan dibangun Pertamina. Saya diperintahkan Presiden mengawal proyek-proyek yang menjadi inisiatif Pemerintah.Apalagi ini yang berkaitan dengan Pembangunan Kilang minyak, dan kita tahu kita membutuhkan Kilang-Kilang. Bayangkan ada 260 juta Penduduk Indonesia membutuhkan BBM," kata Budi.
Budi menambahkan " saat ini Pertamina membutuhkan lahan untuk membangun
kilang tersebut dan Budi langsung menegaskan memberi ijin untuk penggunaan lahan di wilayah pesisir pantai laut untuk nantinya dilakukan restorasi lahan bahkan reklamasi pantai " tambahnya
Dia kembali menambahkan " Ini kan butuh tanah, jadi saya hari ini memberikan ijin pada Pertamina untuk melakukan restorasi. Tapi nanti dimungkinkan dilakukan reklamasi 200 Ha. Sehingga dengan tanah itu cukup digunakan untuk keperluan," katanya.
"Bu Nicke silakan lakukan reklamasi. kerja Pertamina luar biasa, Semoga ini berhasil," imbuh Menteri Perhubungan RI, Ir.Budi Karya Sumadi Mengakhiri sambutannya.* (YSR)


