• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menhub dan Dirut Pertamina Tinjau Pembangunan Kilang Minyak Tuban

    admin
    30/11/19, 21:21 WIB Last Updated 2019-11-30T14:21:25Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    TRIBUANANEWS.COM |Tuban-Menteri Perhubungan RI,Ir.Budi Karya Sumadi didampingi Direktur Utama  Pertamina  Nicke Widyawati  meninjau Kilang  Pertamina Grass Root Refinery ( GRR ) dituban,Jawa Timur sabtu 30/11.

    Proyek Kilang Tuban atau Proyek GRR adalah Proyek Kerja sama antara Pertamina  dengan perusahan  minyak Rusia,  Rosneft Oil Company melalaui  melalui pembentukan perusahan joint ventura bernama PT Pertamina  Rosneft Pengolahan dan Petrokimia(PT PRP&P).

    "Dengan kepemilikan Saham Pertamina 55 persen sedangkan Rosneft 45 persen" jelas Nicke  Widyawati  di lokasi.

    "Nanti  kapasitas produksi dan pengolahan kilang minyak mencapai 300 kbpd, produksi gasoline 14 ribu ton liter perhari dengan total produksi petrokimia 4.250 ktpa," kata Nicke.

    Dia menambahkan Pembangunan GRR Tuban merupakan penugasan pemerintah berdasarkan Keputusan  Menteri  ESDM Nomor  807K/12/ MEM/ 2016 tertanggal 3 Maret 2016 dan Perpres Nomor 56 Tahun 2018. "Milestone  Pembangunan kilang dimulai  Frame work agreement tanggal 26 Mei 2016 dan diharapkan  selesai 2026," bebernya.

    Menurut Dirut Pertamina pembangunan Kilang Tuban telah memasuki early work yaitu pembersihan lahan yang akan digunakan untuk tapak produksi dan Keperluan sarana dan prasarana pendukung dengan luasan lahan 328 hektar serta pemulihan lahan abrasi (restorasi pantai laut) seluas 20 ha.
     Kilang Tuban akan memberikan tambahan pasokan untuk kebutuhan BBM, LPG dan Petrokimia berklualitas  untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dengan kehadiran Kilang Tuban  Kebutuhan akan BBM ini dapat dipenuhi  dari  Kilang dan tidak perlu impor.

    Direktur Utama PT Pertamina(Persero)
    Juga menegaskan  bahwa pada  pembangunan kilang juga akan menyerap 35 persen tingkat  komponen dalam negeri(TKDN), dengan asumsi penyerapan  tenaga kerja  sebanyak 20.000 orang saat pengerjaan proyek  dan 2.500 orang saat beroperasi.

    Kilang Tuban merupakan salah satu Kilang tercanggih didunia  yang memiliki kualitas hasil  produksi standar terbaik di dunia yakni Euro5 " Seluruh  BBM yang diproduksi di Kilang Tuban terbaik yakni Euro5  yang ramah lingkungan," imbuh Nicke.

    Untuk Membangun mega proyek ini Pertamina menginvetasikan sekitar USD 15-16 miliar yang diperkirakan akan  Selesai pada tahun 2026 mendatang.

    Sementara, Menteri Perhubungan,Ir.Budi Karya Sumadi  mengaku senang saat meninjau  lokasi Proyek pembangunan Kilang Tuban tersebut. Dia Menegaskan proyek  yang dibangun  itu merupakan  salah satu  concern  utama dari Pemerintah.

    "Saya luar biasa senang disini, progres mega proyek  yang akan dibangun Pertamina. Saya diperintahkan Presiden mengawal  proyek-proyek  yang menjadi inisiatif  Pemerintah.Apalagi ini yang berkaitan dengan Pembangunan Kilang minyak, dan kita tahu kita membutuhkan Kilang-Kilang. Bayangkan ada 260 juta  Penduduk Indonesia  membutuhkan BBM," kata Budi.

    Budi menambahkan " saat ini Pertamina  membutuhkan lahan untuk  membangun
    kilang tersebut dan  Budi langsung menegaskan  memberi ijin  untuk penggunaan lahan di wilayah  pesisir pantai laut untuk nantinya dilakukan restorasi  lahan  bahkan reklamasi pantai " tambahnya

    Dia kembali menambahkan " Ini kan butuh tanah, jadi saya hari ini memberikan ijin pada Pertamina untuk melakukan restorasi. Tapi nanti dimungkinkan dilakukan reklamasi 200 Ha. Sehingga  dengan tanah itu cukup  digunakan  untuk  keperluan," katanya.

    "Bu Nicke  silakan lakukan  reklamasi. kerja Pertamina  luar biasa, Semoga  ini berhasil," imbuh Menteri Perhubungan RI, Ir.Budi Karya Sumadi Mengakhiri sambutannya.* (YSR)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan