• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    inspiratif, Nurdiana Seorang Bidan Dari Papu Mengabdi Didesa Muara Pari Dengan Bayar Gratis

    admin
    10/11/19, 04:08 WIB Last Updated 2019-11-11T06:56:23Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    .
    Muara Teweh- Bidan adalah pekerjaan yang mulia, sering sekali anak-anak jika ditanya mengenai cita-cita banyak yang menjawab ingin menjadi dokter ataupun bidan. Profesi ini adalah salah satu profesi yang  mengabdikan diri pada masyarakat. Ditugaskan dimanapun baik itu di kota maupun di desa terpencil sekalipun tidak akan mengurangi mulianya profesi seorang bidan.

    Sosok bidan yang kerap disapa Bidan Nurdiana oleh masyarakat Desa muara pari   ini terkenal dengan keramahan dan kesabarannya dalam menangani pasien yang datang untuk berobat atau sekedar berkonsultasi mengenai kesehatan.

    Lulusan D3 jayapura  pada tahun 2010 tidak membuatnya sombong dan tinggi hati, justru ia terkenal dengan kerendahan hatinya. Berprofesi sebagai Bidan yang memiliki salah satu tugas pokok untuk memberikan pelayanan pada ibu hamil dan sigap membantu proses persalinan. 

    Selain itu Bidan Nurdiana juga melayani masyarakat yang menderita penyakit ringan seperti sakit kepala, demam, batuk dan lain sebagainya bahkan Memberikan pelayanan gratis bagi pasien yang tidak mampu 

    "Dengan adanya pelayanan gratis seperti ini diharapkan bisa membantu masyarakat yang tidak mampu khususnya untuk ibu hamil yang ingin melahirkan di Polindes ini," ucap suaminya Nurdiana Saptu 09/11/2019.

    Bidan Nurdiana yang lahir di manokwari selatan tgl 09 oktober 1989,mulai ditugaskan dan mengabdikan diri di Desa muara pari , Kecamatan lahei Kabupaten Barito Utara kalimantan tengah pada tahun 2015 sampai sekarang saat pertama lulus onlen waktu mehonor di RSUD Berito Utara pada thn 2012.

    Setelah sekitar enam bulan Nurdiana mengapdi mengobati masyarakat desa muara pari  penduduknya begitu susuh dari suntik KB dan obat-obat yang lainnya bahkan yang luka pun ngutang,ujar suaminya 

    Jadi kami berdua pun punya nesiatip membagi rejeki kami berdua untuk membantu masyarakat desa muara pari,
    Emang ada bantuan dari pukesmas itu pun terbatas tidak semua obat ada, sedangkan biyaya obat itu sekitar satu juta sampai satu juta lima ratus,padahal golung istri saya itu masih golungan 2C belum naik ke 2D.

    Iya menambahkan"disana tidak ada motor dinas,ces dinas jadi semu biyaya peribadi kami,beli menyak dan lain-lain tapi adanya panggilan dari masyarakat sampai sekarang ini geratis semua"pungkasnya. (Iwan)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan