masukkan iklan disini
NTT,wartarepublik.net,Gerakan Mahasiswa Malaka (GEMMA) Kefamenanu Menggelar upcara peringatan hari Pahlawan 10 November yang ke 74 di Bundaran KM 9, Kab TTU. Dan melakukan aksi 1000 Lilin peristiwa 10 november 1945 menjadi salah satu pertempuan terbesar dalam sejarah bangsa. Peristiwa itu memperlihatkan kepada dunia bahwa Bangsa Indonesia memiliki kekuatan. Pertempuran tersebut dipicu oleh berbagai hal, antara lain:
Insiden Hotel Yamato
Sebulan setelah memproklamirkan kemerdekaannya, Indonesia kembali diguncang berbagai insiden. Di Surabaya, Belanda mengibarkan bendera negara mereka di Hotel Yamato. Insiden ini membuat warga setempat marah. Ini karena pada waktu itu, Pemerintah Indonesia sedang gencar-gencarnya memberikan informasi kepada rakyat mengenai makna kemerdekaan. Bukan itu saja, pemerintah kala itu juga melakukan sosialisasi setelah menetapkan Bendera Merah Putih sebagai bendera nasional. DI berbagai daerah, muncul wacana untuk mengibarkan Bendera Merah Putih. Surabaya pun tak ketinggalan. Masyarakat saat itu ramai mengibarkan bendera ke berbagai sudut kota. Namun, Sekutu yang saat itu memenangkan Perang Dunia II ingin mengambil kendali wilayah jajahan dari Belanda.Hal itu membuat tentara Inggris yang tergabung dalam Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI) datang untuk melucuti tentara Jepang. Namun saat itu pihak Inggris juga turur memiliki misi lain yaitu mengembalikan Indonesia ke administrasi Pemerintahan Belanda di kutip kompas.com
Dan pada momentum ini juga GEMMA mengggelar upacara dan aksi 1000 lilin juga melakukan konferensi Pers, sebagai bentuk cinta dan kepedulian terhadap para pahlawan yang sudah berjuang mempertahankan kemerdekaan bangsa indonesia. Dalam sambutan Ketua Umum GERAKAN MAHASISWA MALAKA (GEMMA) kefa, Ignasia Seuk Nahak yang akrab di sapa Igi nahak, menghimbau kepada seluruh anggota GEMMA untuk terus berrjuang dan mewujudkan cita cita Pahlawan yang gugur di medan pertempuran. Dan sebagai pemuda sikap nasionalisme harus di pelihara dalam jiwa agar mampu melihat segala persoalan sosial yang terjadi di depan mata kita. Dan pada saat yang sama Igi juga menegaskan bahwa kader GEMMA tidak boleh menggadaikan Idealisme yang di miliki hanya untuk Kepentingan tertentu dan kenyamanan diri, sebab pada prinsipnya Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya di miliki oleh pemuda. Lanjutnya, Hari ini kita bisa hidup berkelompok karna berkat Perjuangan keras dari Pahlawan Pahlawan kita yang di peringati pada hari ini. Pahlawan adalah mereka yang penjasa untuk bangsa dan negara juga mereka yang berjasa untuk satu Organisasi, yang pernah berjuang melawan kebijakan yang tidak pro rakyat melalui Organisasi yang di gelutinya, KhususNya GEMMA Kefa, kemarin kita kehilangan sosok Pejuang yang pernah berjuang untuk merebut kemenangan untuk Masyarakat kecil namun karna umurx pendek akhirnya mendahuli kita ke rumah Bapak, dan sebagai kader patut memperingati mereka juga pada hari ini. Dan pada momentum ini juga, Igi Nahak, menyampaikan bahwa realita hari ini, Keluar dari keadaa bangsa yang di cita citakan oleh para pahlawan kita, karna pemerintah hari ini bukannya mensejahterakan rakyat malah memperkaya diri dengan hak rakyat.
kita berbicara realita. Saya atas nama Ketua Umum GEMMA Kefa, menegaskan bahwa, GEMMA akan menindaklanjuti aksi 28 Oktober lalu tentang dugaan kasus korupsi yang di kab malaka yang saat ini masi mangkrak di kejati dan polres belu, menurut saya tidak salah jika pada momentum ini kita menyanpaikan tuntutan kita supaya di tindaklanjuti. Tegas Sang Ketua.
Tuntutan GEMMA saat aksi 1000 Lilin
1. Meminta kepada Pihak inspektorat untuk terlibat langsung dalam mengawasi dana desa
2. Mendesak polres belu dan kejati belu untuk mengusut tuntas dugaan kasus Korupsi yang sudah di tangani namun mangkrak.
Kami meminta karna kami akan turun jalan lagi untuk menindaklanjuti aksi 28 Oktober 2019 lalu, Tutup Igi Nahak.
Penulis : BBI


