masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Gowa - Perekonomian Indonesia secara nasional memang marak dikelolah dengan variasi cara dan bentuk pergerakannya. Namun khusus di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan, beberapa pasar tradisional digelar untuk memberi ruang pada rakyat kecil untuk berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya.
Salah satu bentuk pasar tradisional yang tertangkap kamera media, pada Minggu (24/11/2019), adalah pasar ayam aduan jenis bangkok.
Pasar ini ramai setiap hari. Hari ini di salah satu pelataran ruko yang masih belum dibuka, ramai orang datang menawarkan ayam aduannya dengan variasi harga, mulai harga Rp. 100.000- sampai Rp. 500.000 per ekor.
Hal yang menarik dari pasar ini adalah seorang pembeli biasanya mencoba kualitas ayam sebelum dibelinya dengan cara mengadu dengan ayam lainnya.
Sebenarnya pasar ini adalah pindahan dari poros jalan yang sama, yakni Jalan Poros Pallangga yang menempati depan pagar mesjid di Kecamatan Pallangga, namun karena dianggap oleh pihak Pemda sebagai penyebab kemacetan. Jalan ini sebenarnya adalah jalan provinsi yang menghubungkan Kota Makassar ke beberapa kabupaten lain, diantaranya Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto hingga Kabupaten Bone.
Yang menarik hingga diangkatnya berita ini adalah, bahwa Pemerintah Kabupaten Gowa terkesan tidak mencari dan menempatkan pasar hewan ini pada lokasi yang tepat.* [Syam]


