TRIBUANANEWS.COM I Ketapang - Sejumlah warga mengeluhkan pembangunan proyek Penggantian Jembatan Nanjung CS (Ruas jalan Pesaguan - Kendawangan) yang berlokasi di kecamatan Matan hilir Selatan, proyek tersebut membuat pengguna jalan terhambat bahkan berjam-jam mengantri dikarenakan proyek tersebut tidak menggunakan jembatan darurat seperti yang biasa dilakukan.
Kondisi itu diperparah lantaran timbunan atas jembatan yang menggunakan latrit ketika hujan jalan tersebut menjadi becek dan berlumpur.
Ruji satu diantara pengguna jalan, sewaktu dirinya melintas kebetulan hari hujan, jalan dipenuhi lumpur berwarna merah.
" Kami ngantri berjam-jam untuk bisa Melawati jembatan itu, kebetulan hari hujan becek dan berlumpur," jelas Ruji Kepada Tribuana News.Com, Kamis (31/12/2020).
Menurut dia, biasa kalau proyek jembatan seperti itu pihak pelaksana membangun jembatan alternatif, agar pengguna jalan tidak terganggu dan proses pengerjaan proyek juga tidak terhambat.
" Saya heran kenapa kontraktor tidak membuat jembatan alternatif, biasakan seperti itu, agar kita pengguna jalan tidak terganggu seperti ini," ujarnya.
Dia berharap, semoga pekerjaan jembatan itu cepat selesai, agar aktivitas warga tidak terganggu.
" Semoga cepat selesai dan semoga tidak ada lagi pekerjaan yang seperti ini," harapnya.*
Laporan : Erwin


