TRIBUANANEWS.COM | Sungai Penuh - Jasad Jesika akhirnya di autopsi oleh pihak Kepolisian di Rumah Sakit Umum Mayjen H.A Thalib guna mengungkap kematiannya dengan mendatangkan tim autopsi dari Padang Sumatera Barat.
Polisi pun mengumumkan hasil autopsi jenazah Jesika, yakni warga Koto Kapeh, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Diharapkan, dengan digelarnya hasil autopsi ini maka, misteri kejanggalan atas kematian Jesika pun dapat terungkap.
Kapolres Kerinci melalui Kepala Satuan (Kasat ) Reskrim Iptu. Pol. Edi Mardi mengatakan, berdasarkan hasil autopsi di Laboratorium Forensik (Labfor) Rumah Sakit Umum Mayjen H.A. Thalib tidak ada kejanggalan dalam kematian Jesika.
"Polisi menyimpulkan, bahwa kematian Jesika bukan karena tindakan kekerasan, melainkan karena penyakit yang dideritanya, dan pihak keluarga korban juga sudah mengikhlaskan kepergian Jesika," ungkap Kasat Reskrim di hadapan seluruh wartawan, Sabtu (17/10/2020) sekira pukul 10.00 Wib.
Kepada awak media, salah satu perwakilan keluarga bernama Armen, yang tak lain adalah paman Jesika sendiri menyatakan kepuasannya terhadap keterangan maupun hasil dari autopsi tersebut, sehingga tidak timbul prasangka apapun terkait kematiannya.
"Setelah diadakan autopsi kami merasa puas, dan saya atas nama pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian anak/keponakan kami (Jesika-red)," ungkap Armen.*
Laporan : TONI. E / Tim

