TRIBUANANEWS.COM | Aceh Tamiang - Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 03/Seruway (Srw) jajaran Kodim 0117/Aceh Tamiang Sertu Hermanto bersama petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Nur Cahaya meninjau Persemaian benih padi sistim kering milik Musliadi (petani), Sabtu (17/10).
Musliadi salah satu anggota Kelompok Tani (KT) - Remaja Tani di Desa Sungai Kuruk Satu, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang merupakan kelompok binaan PPL dan Babinsa setempat.
Sertu Hermanto (Babinsa) mengatakan tahapan persemaian benih padi merupakan salah satu penentu banyak-sedikitnya produksi gabah yang akan dihasilkan. Persemaian tanaman padi dibedakan menjadi dua yaitu persemaian basah dan persemaian kering.
"Teknik persemaian padi sistem kering merupakan cara baru dalam menyemai benih padi. Keunggulan penanaman benih cara ini yakni bisa menambah jumlah tanam pertahun, dapat dilakukan di lahan kering, di luar areal tanam/sawah, hemat lahan dan air, mengurangi potensi gagal karena banjir, mudah dilakukan, praktis dalam pemanenan bibit (hanya digulung saja)", jelas Sertu Hermanto.
Ia malanjutkan, selain itu biaya kerja lebih murah, bibit lebih tahan dari hama penyakit, serta bibit dapat terawat dan terkontrol dengan baik.
Nur Cahaya (petugas PPL) menambahkan media persemaian kering lebih mudah dan murah diperoleh, seperti bekas karung semen atau karung lainnya, sedangkan persemaian basah membutuhkan lahan yang cukup luas untuk persemaian
"Persemain kering karena proses tranplantasi saat bibit masih muda dapat memproduksi batang dan akar selama tahap pertumbuhan vegetatif. Bulir padi dapat muncul pada malai (misalnya “kuping” bulir terbentuk di atas cabang, yang dihasilkan oleh batang yang subur). Lebih banyak batang yang muncul dalam satu rumpun, dan dengan metode sawah, lebih banyak bulir padi yang dihasilkan oleh malai. Sedangkan pada persemaian basah sebaliknya," ujarnya.
Pada persemaian kering umumnya menggunakan seleksi benih padi sistem TERAM (telur + garam + air) sedangkan pada persemaian kering pengalaman lapangan petani hanya menggunakan air saja, sehingga kualitas benih yang dihasilkan sistem Teram jauh lebih baik dibandingkan dengan menggunakan air saja dalam seleksi benih padi," terangnya.*
Editor : Syahrudin AP
Sumber : Pendim 0117/Nara


