TRIBUANANEWS.COM | Nagan Raya - Disinyalir penyaluran Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) sumber Dana Desa (DD) tahun anggaran 2020 terdampak Covid-19 Desa Pulo Kruet Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya diduga penyimpangan, akibatnya ada masyarakat mengeluh.
Informasi berhasil dihimpun media ini dari sumber warga masyarakat setempat mengatakan dana BLT sumber DD tersebut hanya disalurkan 2 kali saja, tahap pertama Rp.600.000,-/KK penerima manfaat. Tetapi tahap ke-3 belum disalurkan hingga saat ini, ada ap?
"Desa lainnya kami selaku masyarakat ketahui dibagi 3 tahap dengan nilai Rp. 600.000,-/ tahap/ KK diterima oleh warga status KK miskin atau kurang mampu. Sementara Desa Pulo Kruet hanya disalurkan dua tahap saja, itupun tidal sesuai diatur dalam peraturan Menteri Desa", kata sumber warga enggan namanya disebutkan.
Sumber-sumber lain juga menyebutkan pengelolaan anggaran Desa di Desa Pulo Kruet terkesan adanya dugaan penyimpangan serta penyalah gunaan wewenang jabatan oleh Keuchik Atib.
"Sebaiknya ada tim khusus memeriksa penggunaan anggaran Desa Pulo Kruet secara terbuka, ada dugaan ketidak jelasannya Keuchik selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam realisasi anggaran. Kantor Desa saja hanya Formalitas saja", sebut sumber salah seorang Tokoh masyarakat Desa Pulo Kruet.
Kami masyarakat Desa Pulo Kruet mengharapkan adanya keterbukaan serta penggunaan anggaran DD di Desa kami terbuka secara peraturan yang berlaku, mulai Undang-undang (UU) Nomor 6 tentang Desa hingga peraturan-peraturan dibawahnya sampai peraturan Bupati selaku Kepala Daerah.
Keuchik Desa Pulo Kruet Atib saat dikonfirmasi awak media mengatakan penyaluran tinggal tahap ke-3 belum disalurkan karena terjadi perubahan terus-menerus. Makanya terjadi perubahan dari tahap pertama dan kedua.
"Tahap ke-1 kira-kira 22 KK, tahap ke-2 menjadi 43 KK, ditahap ke-3 masyarakat minta tambah lagi, tetapi tidak sanggup penuhi lagi, karena hal ini semakin menjadi kendala untuk disalurkan disebabkan harus rombak lagi datanya. Rencana akan disalurkan antara minggu ini hingga minggu depan", jelasnya.
Ia menambahkan dirinya pun selama ini sangat disibukkan karena istrinya sedang dalam keadaan sakit, sehingga setiap hari pulang-pergi untuk mengobati istrinya.
Hendri selaku Pendamping Lokal Desa (PLD) Desa Pulo Kruet berhasil dimintai keterangannya terkait BLT tahap ke-3 mengatakan, saat saya konfirmasi dijawab uang tidak habis ditarik pada penarikan anggaran tahap pertama 60 persen, masih ada anggarannya ditahap dua 40 persen.
"Dana 60 persen pertama Desa Pulo Kruet telah dilaksanakan kegiatan pembangunan, anggaran 60 persen kemungkinan sudah habis. Bantuan BLT tahap ke-3 mungkin dibayarkan setelah anggaran 40 persen ditarik karena ditahap 40 persen masih ada sisa Dana BLT", papar Hendri.*
Laporan : Ramli AG
Editor : Syahrudin AP


