masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Buru - Relawan Desa Tanggap COVID-19 Desa Lamahang terus berupaya untuk memutuskan matarantai penyebaran Corona Virus Disiase (COVID-19), upaya yang dilakukan Relawan Desa Tanggap COVID-19 Desa Lamahang mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kecamatan Waplau dan POLSEK Waplau,serta DANKI Yonif 731 Kabaresi Kipan A. Sabtu (11/4/2019).
Kepala Desa Lamahang Usman Tasidjawa yang juga merupakan Ketua Tim Relawan Desa Tanggap COVID-19 saat dihubungi awak media Tribuananews.com mengatakan bahwa " Ide untuk membuat Posko Karantina Swadaya ini adalah hasil kordinasi antara Pemerintah Desa,BPD,Babinsa,petugas kesehatan yang ada di Desa,serta tokoh masyarakat, dan pemerintah Kecamatan Waplau, ini bertujuan untuk memutus matarantai penyebaran COVID -19, dan juga pengawasan dari Tim Relawan COVID-19 ini mudah untuk di awasi dan di pantau. Kami telah berkordinasi dengan Kepala SD Negeri 5 Waplau untuk peminjaman sementara ruang kelas yang digunakan untuk tempat karantina beberapa hari kedepan.
Tasidjawa menjelaskan Pos Karantina ini melibatkan seluruh Tim Relawan COVID-19, Babinsa,Babinkantibmas,Linmas, dan seluruh orang tua atau keluarga pemudik yang telah bersepakat untuk dikarantinakan anak-anak mereka demi kebaikan kita bersama.Kami juga dibantu tempat tidur (Pal Bed) dari Pak Danki Kompi-A 731 Kabaresi. Namun kami tetap berkordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Waplau dalam hal ini Bapak Camat Waplau dan juga Kepala Puskesmas Waplau,serta Pak Kapolsek Waplau dimana mereka sebagai Tim SATGAS COVID-19 Kecamatan Waplau.Insyaallah mereka yang di karantina ini tidak sampai 14 hari kedepan karena sebelumnya mereka telah isolasi mandiri di rumah masing-masing, namun nanti pihak kesehatan yang menentukan mereka sudah boleh kembali ke rumah masing-masing atau belum, makan dan minum semuanya kita siapkan.
Upaya yang dilakukan Pemerintah Desa adalah hal yang tepat dan lebih baik sehingga mereka yang datang dari daerah di luar Kabupaten Buru,kesehatan mereka dapat dipantau dengan baik.
Menurut salah satu petugas kesehatan yang juga anggota Tim Relawan COVID-19 Dewi Nurlatu.Amd.Kep mengatakan " dengan begini kita bisa awasi dan pantau perkembangan mereka dengan baik,apalagi rata-rata yang pulang kampung ini kebanyakan dari wilayah yang kategori zona merah seperti Malang, Jogja, dan Makasar. Jumlah yang dikarantina sebanyak 8 orang di antaranya 5 perempuan dan 3 laki-laki.
Sementara itu Babinsa Desa Lamahan Serda Safrudin Sampulawa yang juga merupakan Tim Relawan Desa Tanggap COVID-19 kepada media menyampaikan bahwa " Kita telah berkordinasi antara pemerintah Desa, petugas kesehatan dan pemerintah kecamatan waplau, kita telah bersama-sama bersepakat untuk membuat Pos Karantina bagi adik-adik kita mahasiswa yang baru pulang kuliah dari luar daerah kabupaten buru, saya juga bersama kepala desa dan staf telah melakukan peminjaman Pal Bed (Tempat Tidur) dari Kesatuan 731 Kabaresi Kompi - A sekitar 10 buah untuk tempat tidur sementara bagi mereka yang di karantinakan, bila di kemudian hari ada penambahan pemudik lagi maka kita akan pinjam tambah lagi,dan juga peminjaman Pal Bed ini mendapat respon yang baik dari Bapak DANKI Kompi - A 731 Kabaresi Kapten Infantri Redo Rahardiansyah Efendi.S.ST dan beliau juga merupakan Tim penanggulangan COVID-19 maka itu beliau lansung merespon untuk meminjamkan.
Upaya Tim didukung penuh oleh Pemerintah Kecamatan Waplau. Camat Waplau Halid Tasalisa.SH merespon tindakan Pemerintah Desa dan Tim Relawan Desa Tanggap COVID-19 " Ini merupakan tindakan dan wujud keseriusan Pemerintah Desa dalam penanggulangan bencana Nonalam ini yaitu wabah COVID-19, semoga dengan tindakan ini seluruh Masyarakat dapat menyadari betapa pentingnya kesehatan. Saya berharap seluruh Masyarakat mendukung penuh Pemerintah dalam upaya penanggulangan bahaya COVID-19, dan mudah-mudahan Desa Lamahang menjadi contoh yang baik untuk Desa - desa lain yang ada di Wilayah Kecamatan Waplau.
Kapoksek Waplau Ipda Bahtiar Teppo memberikan apresiasi kepada pemerintah Desa dan Tim Relawan Desa Tanggap COVID-19, Ipda Bahtiar Teppo menyampaikan " Ini merupakan tindakan serius pemerintah Desa dan Tim dalam penanggulangan COVID-19 sehingga kita dari Tim kecamatan juga dapat melakukan pemantauan dengan baik,semoga dengan tindakan ini dapat menjadi contoh yang baik untuk desa lain karena banyak desa juga yang warga masyarakatnya belum taat anjuran pemerintah.
Dukungan tidak hanya dari pemerintah Desa maupun Kecamatan saja namun seluruh masyarakat atau keluarga bagi pemudik yaitu pelajar atau mahasiswa yang mudik dari luar daerah Kabupaten Buru terutama dari Kota Malang, Jogja, dan Makasar, serta beberapa Kota lainnya. Masyarakat mendukung tindakan yang dilakukan Pemerintah Desa Tim. Relawan Desa Tanggap COVID-19 tersebut. ( Ephoet's )



