• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Survei Median: Elektabilitas Hadianto Rasyid 27,5%, Hidayat 24,4%

    admin
    03/03/20, 18:46 WIB Last Updated 2020-03-03T11:46:35Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    TRIBUANANEWS.COM | Palu - Media Survei Nasional (Median) merilis hasil survei terbarunya terkait elektabilitas bakal calon Wali Kota Palu 2020. Hasilnya, elektabilitas Hadianto Rasyid 27,5%, sedangkan Hidayat (Incumbent) 24,4%.

    Survei Median dilakukan pada tanggal 21 sampai 26 Februari 2020. Survei menggunakan metode multistage random sampling, dimana sebanyak 440 responden diwawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Margin of error survei kurang lebih 3,5%.

    Hasil survei memperlihatkan ada empat [4] calon kandidat yang memiliki elektabilitas terkuat, yaitu Hadianto Rasyid, Hidayat (Pertahana), Shauqi Husen Maskati (OKI) dan Aristan. dan empat [4] calon lainnya yang memiliki elektabilitas dibawah 5%
    Berikut hasilnya:

    Hadianto Rasyid: 27,5%
    Hidayat: 24,4%
    OKI: 17,1%
    Aristan: 11,5%

    Imelda: 4,9%
    Arena: 3,5%
    Ronald: 1,9%
    Ashar Yahya : 0,5%

    Rahasia/belum tahu/tidak menjawab: 8,7%

    Direktur Eksekutif Median Survei, Rico Marbun menambahkan, setiap bakal calon wali kota memiliki peluang untuk meningkatkan elektabilitas masing-masing. 
    lanjutnya, 

    "Jika melihat hasil survei di atas, Hadianto merupakan penantang terkuat Hidayat (Pertahana) dengan selisih 3% saja mengingat angka elektabilitas Hadianto dan Hidayat dibawah 50% atau angka minority," ujar Rico dalam keterangannya, Senin (2/3/2020).

    Menurutnya, faktor yang menyebabkan elektabilitas Hidayat terbilang rawan dan kemungkinan akan terus-menerus turun karena 54,90% warga Kota Palu menginginkan Wali kota baru. dan penyebab lainnya Issue negatif petahana itu paling sering dikomsumsi publik adalah 'dana stimulan' contoh nya seperti banyak masyarakat yang penerima bantuan tiba-tiba yang kehilangan data dll. paparnya

    Lanjut Rico, Masyarakat sebanyak 14,6% tidak menginginkan wajah lama seperti Habsa Yanti Ponulele termasuk juga Hadianto Rasyid meski sekarang ini berada dipuncak elektabilitas, alasan masyarakat tidak menginginkan wajah lama, karena mereka dianggap sudah berkali-kali ikut dalam kontestasi dan menunjukkan bahwa mereka ambisi kekuasaan.

    Sedangkan 16,7% kalangan millenial dan masyarakat pada umumnya menginginkan wajah baru seperti Aristan mewakili kaum tua,
    begitu juga Imelda, Ronald & OKI pilihan-pilihan dari kaum muda atau millenial. tutupnya * ( lukman /Randy )
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan