masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM I Ketapang –
Sedikitnya sembilan desa di kecamatan Laur kabupaten Ketapang Kalimantan Barat kembali terendam, hal ini disebabkan dalam empat hari terakhir tingginya curah hujan di kecamatan tersebut.
Adapun Desa yang terendam Banjir diantaranya, Desa Bayunsari, Harapan Baru, Sepotong, Selangkut Rata, Bengaras, Sempurna, Teluk Mutiara, Suka Ramai dan Teluk Bayur.
Muhammad Sadikin (32) warga dari Desa Bayunsari menceritakan, dikecamatan Laur sedikitnya ada sembilan Desa yang terendam banjir, menurutnya banjir kali ini sudah yang kedua kalinya namun banjir sekarang ini lebih parah dari sebelumnya bahkan sudah ada warga yang mengungsi ketempat yang lebih tinggi, cerita Sadikin, Selasa (14/1).
"Banjir sekarang lebih parah dari kemarin, bahkan sudah ada beberapa warga mengungsi, di Desa Bayunsari ada lima KK yang mengungsi. Sedangkan di Desa lain saya belum mengetahui," ungkapnya.
Sadikin melanjutkan,"Ketinggiannya bervariasi, ada yang 1 meter bahkan lebih, itu tergantung lokasi rumah warga, apakah ditempat tinggi atau dataran rendah," Lanjut dia.
Sadikin menambahkan, selain rumah warga yang terkena dampak banjir, sejumlah fasilitas pemerintahan seperti kantor Forkopimcam, Pendidikan dan kantor Polsek Laur.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Sungai Laur, IPTU Abdul Muhlis membenarkan bahwa saat ini kantor Polsek Sungai Laur dan asrama (perumahan anggota) terkena banjir dengan ketinggian sekitar 10 Cm dari lantai.
“Sampai sekarang Kantor Polsek masih terendam air. Ketinggian air bervariasi, parahnya ada yang mencapai dua meter hingga lebih terutama di pemukiman yang berada didataran rendah," sebutnya.
Sementara untuk memberikan pelayanan penanggulangan banjir, pihaknya membuat posko gabungan yang didalamnya terdiri dari Polsek, Koramil, BPBD, SAR, Kecamatan dan tim Kesehatan. Menurutnya kemungkinan besok (15/1) sudah bisa digunakan.
"Untuk informasi sementara, hingga saat ini berdasarkan hasil pengecekan tim dari TNI, Polri, BPBD, SAR, Kecamatan dan Puskesmas belum ada korban jiwa dan terserang penyakit akibat banjir. Pada hari ini, bantuan sudah mulai dibagikan bantuan kepada warga terdampak banjir," terangnya.
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya juga berkoordinasi dengan PLN agar melakukan pemadama arus listrik lantaran dikhawatirkan adanya aliran yang terendam.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketapang, Yunifar turut membenarkan jika banjir yang melanda sebagian Desa di Kecamatan Sungai laur dikarekan Intensitas curah hujan sangat tinggi beberapa hari belakangan.
"Sebab itulah volume air naik, sehingga meluap dan membanjiri pemukiman warga, seperti di Desa Sepotong, Teluk Mutiara, Riam Bunut, Sukaramai, Mekar Harapan, Bengaras dan Sungai Daka," ungkap Yunifar ketika diwawancara media.
"Apabila hujan tinggi kembali terjadi, maka dipastikan air akan semakin besar. Sedangkan proses penyurutan akan terhambat bila Sungai Pawan mengalami peningkatan volume air," timbal dia.
Ia menambahkan, terkait jumlah rumah warga yang terkena dampak banjir berkisar 500 rumah, termasuk kantor Polsek dan Kantor Koramil. Sedangkan bantuan akan segera diberikan, khususnya pada warga yang rumahnya terendam.
"BPBD juga sudah menyiapkan beberapa fasilitas untuk warga agar bisa melakukan aktifitas. Bantuan juga akan segera diberikan pada masyarakat," ungkapnya.
Erwin



