masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM | Jembrana Bali -
Mendasari adanya peringatan dini dari BMKG dalam kurun waktu Januari - Pebruari 2020, agar mewaspadai potensi curah hujan tinggi, hujan lebat disertai kilat dan petir serta angin kencang berdurasi singkat di wilayah Bali.
Polres Jembrana melaksanakan apel gelar Kesiapan Perlengkapan/Sarpras dan personil dalam rangka penanggulangan bencana alam dipimpin Bupati Jembrana, I Putu Artha, SE., MM bersama Kapolres Jembrana, AKBP. I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K dan Dandim 1617/Jembrana, Letkol. Kav. Djefri Marsono Hanok pada Sabtu (4/1) di Gor Kresna Jvara Lingkungan Sawe Dauhwaru Jembrana.
Apel Gelar Kesiapan ini dihadiri Danyon Mekanis 741/GN diwakili Danki Pan C Yonmekanis 741/GN Kapten Inf Abdul Wahid, Danyon Detasemen C Brimob Gilimanuk diwakili Danki Brimob Iptu Murtayasa, para Pejabat Utama Polres Jembrana, Para Kapolsek Jajaran Polres Jembrana. Kasat Pol PP Jembrana, Kadis PU Jembrana, Kadis Sosial Jembrana, Kadis Kesehatan Jembrana diwakili oleh Sekdis Kesehatan Kabupayen Jembrana, Kalak BPBD Jembrana Basarnas Jembrana dan BMKG Jembrana.
Peserta apel gelar kesiapan diikuti Pleton TNI dari Kodim 1617/Jembrana dan Yonmek 741/GN, pleton dari Polres Jembrana yakni Dalmas, Satuan Pol Air, Satuan Lantas, Shabara dan Pleton Bhabikamtibmas serta pleton gabungan Satuan Reskrim dan Intelkam Polres Jembrana, pleton Pemkab Jembrana yakni dari Dinas Perhubungan, Sat Pol PP, pleton gabungan Basarnas dan BPBD Jembrana, pleton Senkom Jembrana serta pleton Tagana yang keseluruhan sekitar 400 orang.
Bupati Jembrana dalam apel gelar kesiapan, membacakan amanat Kapolda Bali yang intinya, mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena atas segala rahmat dan karunia-Nya kita semua diberikan kesehatan sehingga dapat hadir dalam apel gelar pergelaran penanggulangan bencana alam di lapangan ini.
Lebih lanjut disampaikan Bupati, melihat perkembangan situasi nasional saat ini banyak terjadi bencana alam yang menjadi perhatian publik akibat dampak perubahan cuaca yang menimbulkan permasalahan seperti memaksa masyarakat untuk mengungsi, adanya korban jiwa, serta rusaknya fasilitas publik atau rumah warga.
Berdasarkan perkiraan cuaca wilayah Bali sudah memasuki musim hujan yang puncaknya diperkirakan terjadi pada bulan Januari hingga Februari 2020, sehingga perlu di waspadai hujan lebat dan angin kencang serta bencana lainnya terutama tanah longsor mengingat di tengah-tengah pulau Bali terbentang pegunungan yang memanjang dari barat ke timur sehingga rawan akan terjadinya bencana tanah longsor," ucap Bupati Jembrana
"Mencermati hal tersebut, kita memerlukan langkah-langkah proaktif, untuk membantu masyarakat yang terkena bencana, sebagaimana tugas Polri melindungi, keselamatan jiwa raga harta benda masyarakat dan lingkungan hidup, dari gangguan ketertiban atau bencana termasuk memberikan bantuan dan pertolongan," jelas I Putu Artha dalam Amanatnya.
Dalam upaya penanggulangan terjadinya bencana di Bali, kita sepatutnya harus tanggap terhadap terjadinya bencana, sehingga kita dituntut untuk siap siaga dan all out bersinergi dengan pemerintah daerah atau instansi terkait lainnya, untuk meminimalisir dan dampak yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut," ungkapnya.
Tujuan apel pergelaran penanggulangan bencana alam ini, untuk mengetahui kesiapan kita, dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam yang ada di Bali, baik dari kesiapan personil sarana dan prasarana serta dukungan logistik lainnya," tambah Bupati dalam amanatnya.
Agar setiap anggota untuk menjaga kesehatan dan stamina serta yang terpenting agar menjaga keselamatan diri, selalu memohon doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar pelaksanaan tugas kita dapat berjalan dengan baik, lancar dan aman," pesan Kapolda Bali. (Iskandar/Udiana)


