• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Aktivis Sultra Mengecam Pembacokan Terhadap Mahasiswa UHO

    admin
    03/01/20, 20:31 WIB Last Updated 2020-01-03T13:31:53Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini
    TRIBUANANEWS.COM | Kendari - La Ode Abdul Jabar salah satu Tokoh Aktivis Sulawesi Tenggara Mengecam kasus pembacokan yang terjadi siang ini terhadap Muhammad Iksan (23) salah satu  Mahasiswa dari Fakultas Kehutanan di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Kamis (2/1/2020).

    Menurut La Ode Abdul Jabar bahwa kasus pembacokan yang dilakukan oleh orang tak di kenal (OTK) terhadap aktivis Sulawesi Tenggara tersebut, kami dari teman-teman dalam gerakan maupun beraktivis tentu sangat mengecam atas tindakan-tindakan oknum tersebut karena tentu ini akan mencedarai regenerasi selanjutnya, karena jika terjadi sebuah kritik terhadap korprosi atau pemerintah jika di dihantui ancaman dengan  menghilangkan nyawa seseorang, maka sudah barang tentu  regenerasi para kritik itu akan mulai hilang suatu saat nanti dengan kejadian-kejadian seperti ini," ucapnya melalui pesan WhatsAppnya

    "Maka atas insiden ini kami dari kalangan aktivis juga sangat menyangkan insiden ini, dan kami minta kepada pihak penegak hukum di Sultra dalam hal ini pihak Kepolisian yang punya kewenangan untuk menelisik jauh terhadap kasus yang terjadi tadi siang pasca melakukan Aksi demonstrasi di  sekertariat DPRD Provinsi Sultra.

    Lanjut Jabar, dengan tujuan demonstrasi terhadap PT. MLP dan PT. Askon yang bergerak didunia pertambangan oleh karena itu pihak Kepolisian harus mengusut tuntas semua kasus-kasus yang mandet dan kasus ini memang bukan yang pertama kali terjadi tetapi memang banyak hal sebelum-sebelumnya dan itu tidak boleh dibiarkan.

    Dia menjelaskan bahwa Kronologis kejadiannya sepengetahuan saya membaca berita yang sudah tersebar di beberapa media online bahwa korban pembacokan ini usai melakukan aksi demonstrasi di Sekertariat DPRD Provinsi Sultra guna meminta rapat dengar pendapat terkait dugaan masalah yang ada di PT. MLP dan PT. Askon yang bergerak di dunia pertambangan bekerja di Wilayah Kabupaten Konawe Utara (Konut) dimana mereka (Korban) setiba di kampus di ikuti oleh dua orang yang berpakaian preman kemudian pelaku pembacokan itu tiba-tiba turun dari motor kemudian membacok korban MI dan pelaku juga mengejar teman korban lainnya." Tutup, La Ode Abdul Jabar. *(Hasan.B)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan