masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM l Mandailing Natal (MADINA) - Masyarakat Desa Bintungan Bejangkar keluh kan kondisi jalan Desa Air apa menuju desa - desa tertua Bintungan Bejangkar dan Banjar Aur Kecamatan Sinunukan yang kian hari kian memperihatikan, apalagi musim penghujan datang seperti saat ini, sangat mirip sekali dengan pemandian kerbau.
Hal ini di sampai kan Ratu Bilqis melalui akun FB pada kamis 05 Desember 2019,
tentu dengan kondisi jalan yg seperti ini sangat menyusahkan bagi pengguna jalan, yang setiap hari melintasi disini, pungkas Ratu Bilqis.
Terutama bagi anak sekolah, pejalan kaki dan juga pengendara sepeda bermotor padahal jalan tersebut merupakan satu- satunya akses yg dipergunakan warga untuk aktivitas sehari- hari nya.
Pada hal jalan ini cuman satu - satu jalan askes transportasi yang menghubung kan antar desa - desa tertua yang ada, seperti Desa Bintungan Bejangkar, Kampung Kapas dan juga desa Banjar aur, begitu juga para pelajar guru-guru dan umum nya seluruh masyarakat menggunakan jalur ini setiap saat mulai dari jalur pulang pergi kerja, sudah mengeluh kan hal ini.
Dengan cuaca seperti saat ini
kalau sudah musim penghujan kondisi jalan menjadi becek, air tergenang dan berlumpur, akibat batu - batu kerikil dan batu mangga yg dibuat untuk pengeras jalan yg tidak digilas oleh bomax, dan bagi pengendara sepeda moto dan mobil, ban sering bocor dan kandas mesinnya, beginilah kondisi jalan kampung kami, tutur Buyung (37) tahun, salah seorang warga Desa Air Apa.
Bahkan dilain hari beberapa orang warga juga pernah mengeluhkan kondisi jalan tersebut dikarenakan aparat pemerintahan desa setempat yg kurang peduli dengan kondisi jalan tersebut, dan bahkan mereka menyesali keberadaan "PT falmaris" yang kurang tanggap, padahal jalan itu juga merupakan satu - satunya akses pengiriman TBS mereka ke PKS Gruti Lestari dan jalan tersebut juga merupakan jalur lintas menuju pabrik (PT Falmaris raya ) mereka yg hanya berjarak lebih kurang 70 meter dari jalan tersebut.
Dengan kejadian ini sangat diharap kan perhatian dari pihak Pemerintah daerah Kabupaten Mandailing natal, Bupati Mandailing Natal Drs. Dahlan Hasan nasution, DPRD dan Kadis PUPR agar segera turun melihat dan mendengar kan keluh kesah masyarakat nya. (JASUTY)


