• Jelajahi

    Copyright © Monitor Nusantara News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Pengukuhan Calon Bupati Blora Jalur Independen Diwarnai Kericuhan

    admin
    21/11/19, 01:07 WIB Last Updated 2019-11-20T18:07:21Z
    masukkan iklan disini
    masukkan iklan disini

    TRIBUANANEWS.COM | Blora - Blora Jawa Tengah mendadak heboh dengan video seorang pria yang dijemput paksa oleh orang tak dikenal. Hingga dugaan penculikan pun menyeruak.

    Video yang diunggah pertama kali oleh akun Iimtabah di Facebook, pada Selasa (19/11/2019) sekitar pukul 15.00 WIB menyita perhatian netizen.

    Dalam unggahan video itu, Iimtabah menulis keterangan telah terjadi pengeroyokan dan pengangkutan.

    "Diduga telah terjadi pengeroyokan dan pengangkutan teman kita salah satu wartawan berinisial PS di dekat RS Permata sekitar pukul 12.00 - 13.00 oleh sekelompok orang dgn membawa sebuah mobil fortuner berplat AD.... Hingga saat ini nmr telpon yg diduga diangkut ( korban ) dihubungi msh tdk aktif...,” tulis akun ini dalam unggahannya.

    Belakangan diketahui, pria yang diduga diculik itu bernama Pujo Suwarno. Sebelumnya Pujo sempat membuat gaduh pengukuhan calon Bupati Blora, yang juga viral, Minggu, 17 November 2019.

    Pujo disebut sebagai seorang wartawan di sebuah media online dan cetak bernama Metropol.

    Sontak, kabar dugaan penculikan ini pun beredar secara berantai melalui aplikasi pesan di masyarakat dan antar awak media di Kabupaten Blora.

    Menurut informasi yang diperoleh Kontributor TRIBUANANEWS.COM, pria yang kesehariannya dikenal sebagai wartawan ini dijemput paksa saat berada disebuah warung makan di Kelurahan Kedung Jenar. 

    Penjemputan ini diduga buntut dari ulah dia yang Sebelumnya sempat membuat gaduh acara pengukuhan calon Bupati dan Wakil Bupati Blora dari jalur independen yang dilaksanakan oleh Yayasan Surya Nuswantara di Gedung Sebaguna NU Blora, pada Minggu, 17 November 2019.

    Ketika itu, Pujo Suwarno memprotes atas dukungan Yayasan Surya Nuswantara ke salah satu paslon ini. 

    Dia tak sepakat jika yayasan digunakan untuk berpolitik. Sedangkan Pujo diketahui pernah menjadi Ketua Pembina di yayasan tersebut.

    Pernyataan itu kemudian memicu emosi para pengurus yayasan. Pujo Suwarno saat itu juga ditarik keluar Gedung. Waktu itu, Edison, salah satu pengurus di Blora memintanya untuk keluar dan tidak mengganggu acara tersebut.

    Untuk menghindari kericuhan lebih buruk lagi, Polisi meminta Pujo agar meninggalkan lokasi acara.

    Semenara kabar penjemputan paksa terhadap Pujo Suwarno oleh sejumlah orang tak dikenal dibenarkan Kapolsek Blora kota, AKP Agus Budiana.

    "Informasi terakhir berada di Sukoharjo dalam keadaan baik-baik, kita koordinasi dengan Satreskrim Sukoharjo untuk memantau keselamatannya," terang AKP Agus.

    AKP Agus juga menduga, penjemputan paksa terhadap Pujo masih ada kaitan dengan peristiwa kericuhan sebelumnya yang melibatkan Pujo dengan Yayasan Nuswantara.

    Pihak kepolisian berjanji untuk secepatnya menemukan dan mengamankan Pujo.

    "Tadi istrinya sudah menyampaikan kepada rekannya Pak Gunawan bahwa yang bersangkutan berada di Solo sudah bisa dihubungi, dan dalam keadaan baik-baik saja," jelas AKP Agus.* [ES/Kontributor Blora]
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Iklan