masukkan iklan disini
TRIBUANANEWS.COM l Labuhanbatu -Upaya untuk tercapainya pemerataan peningkatan pembangunan disegala lini, rasanya wajib kita sukuri khususnya yang ada Pulau Sumatera, akan tetapi dalam melakukan kegiatan proyek tersebut, kiranya jangan hanya terkesan asal jadi bahan yang penting cair.
Sebab pada tiga titik pembuatan Titi atau Operpas sebagai Penyeberangan jalur Kereta Api dengan jalan lintas yang telah dipungsikan masyarakat, dinilai sangat penting menjadi kajian, pada pembuatan OPERPAS tidak ada terlihat oleh kasat mata papan informasi, padahal kegiatan tersebut sudah berjalan sekitar 50 hari, parahnya lagi terhadap Kepala tukang dan pengawas tidak ada dilokasi kegiatan, disa'at awak media melakukan pantauan
Lokasi titik pertama berada di jl Lingkungan Kampung Lalang, sedangkan lokas titik kedua berada di jl Perumnas Urung Kompas, dan loasi titik ketiga berada di jl Kebun Jambu, ketiga titik kegiatan pembuatan Operpas atau Titi tersebut semuanya berada dikawasan Kelurahan Urung Kompas, Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara .
Ketika dikonfirmasi katanya "Kami semua yang ada disini hanya sebagai pekerja tukang, kalau mengenai kepala tukang yang mengkomandoi dan petugas pengawas tidak ada disini, kalau mengenai papan informasi yang abang maksud memang, sejak pertama kami bekerja hingga sampai saat ini tidak ada kami lihat terpasang disini". Ujar Pekerja berasal dari medan
Bernat Panjaitan,SH.MHum Direktur LSM TIPAN-RI Labuhanbatu "Sangat menyangkan tidak adanya papan informasi pembuatan Titi atau Operpas di sekitaran kegiatan yang mudah dilihat oleh siapapun yang ingin melihatnya, apalagi jika saat melakukan kegiatan proyek, tidak ada kepala tukang dan pengawas dilokasi" yang mereka lakukan sangat jelas bertentangan dengan:
1). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung dan 2). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaraan Sistem
Bernat menambahkan " Sekecil apapun uang rakyat yang digunakan dalam anggaran kegiatan proyek, seharusnya ada papan informasi, agar masyarakat dapat mengetahuinya, dengan tidak adanya mereka memasang papan informasi, berarti mereka melakukan pembodohan terhadap publik yang tidak bisa dipelihara, sangat diharapkan agar Kementerian Perhubungan dan instansi jajarannya mampu memberikan sanksi tegas pada mereka, jika tidak ada unsur sengaja memelihara kesalahan "ujarnya
Anto Bangun Sekretaris LSM TIPAN-RI Labuhanbatu mengatakan "Kalau dalam kegiatan proyek tidak ada kepala tukang dan pengawas lapangan dilokasi kegiatan, sangat terkesan proyek itu dikerjakan asal jadi yang penting mereka bisa cair", tentunya Dikhawatirkan mutu proyek yang dikerjakan bakal cepat rusak atau amburadul, dikarenakan dari awal sudah dilakukan niat yang salah, "Setiap aktivitas jika dimulai dari yang menyalahi prosedur biasanya hasilnya bakal menyalah-menyalah gitu deh" ujarnya.
Dia menambahkan "Kita sangat mendukung program pembangunan jalur kereta api Sumatera mencapai sekitar 1.400 km. Sebagian dari infrastuktur kereta api tersebut sudah ada , jalur kereta api di Sumatera yang telah ada, yaitu lintas Sumatera Selatan sampai Lampung. Sementara yang tengah dibangun saat ini, dari Rantauprapat-Kotapinan, menyambungkan lintas kereta api dari Aceh sampai dengan Medan - Sumatera Utara, jalur KA lintas Binjai-Besitang sepanjang 85 km. Demikian juga jalur kereta api di Sumatera Barat, yaitu jalur lintas Padang Panjang-Bukit Tinggi-Payakumbuh,Pariaman-Naras-Sungai Limau dan Muaro Kalaban-Muaro "Ujar Anto ( J. Sianipar )


